Awal kemunculan Kangen Band adalah fenomena bagaimana pop melayu mulai bangkit lagi di Indonesia. Ada yang menyambutnya hangat dan mengantarkan Kangen Band menjadi band besar di negara ini. Namun, tidak kalah banyak juga yang membencinya, menilai musik mereka adalah musik kampungan bahkan sampai menghina fisik personilnya. Jujur saja, saya dan kalian juga pernah melakukan hal itu kan?

Tidak hanya itu, sekitar tahun 2008 lalu, Pee weee Gaskin, band asal Jakarta ini juga mendapat perlakuan sama seperti yang dialami Kangen Band. Walaupun Pee Wee Gaskin memiliki kualitas dalam bermusik, namun celah untuk membencinya selalu ada. Entah yang personilnya dikatakan penyuka sesama jenis dan lain sebagainya.

Hal ini sebenarnya juga saya alami, bukan karena band saya, band saya boro-boro ada yang benci, yang suka aja jarang tuh. Jadi, terus terang saya adalah penyuka John Mayer, album Continumm menurut saya adalah yang terbaik yang membuat saya kepincut sama karya-karya selanjutnya dari si John. Namanya suka, saya sering bercerita soal karyanya. Namun ketika saya bercerita dengan kakak perempuan saya, dia malah gak suka karena alasannya si John ini playboy. Lah, hubungannya apa?

Tidak hanya itu, baru-baru ini terjadi juga pada istri Chicco Jerikho, Putri Marino. Jadi mbak putri ini memang sering banget berpuisi. Terlihat dari akun Instagramnya, captionnya ya sudah pasti berisikan cinta, semesta, dan segala tetek bengeknya. Hingga akhirnya mbak putri ini mengumumkan jika puisi yang dia tulis akan dibukukan.

Tidak ada masalah dengan hal itu, toh mbak putri punya kesempatan untuk berkarya dalam bentuk puisi yang sebenarnya bingung juga itu dikatakan puisi atau tidak. Pasalnya, mbak Putri ini menuliskan dengan diksi yang ringan jadi jatuhnya, ya, biasa aja. Ini yang jadi masalah, akhirnya banyak netizen yang memperolok puisinya yang dikatakan punya kata-kata yang biasa saja. Sehingga kalimatnya dianggap bukan sebuah puisi.

Mungkin lebih seperti puisi milenial, yang menggunakan kata-kata ringan sehingga membuat para “polisi puisi” berang dan banyak mencela. Kritik membangun sudah tentu ada yang melayangkan ke mbak Putri, namun sayangnya lebih banyak yang mencela. Nah, sebenarnya bagaimana menyikapi hal seperti ini.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghargai karya dari seorang seniman. Misalnya, dalam bidang musik, membeli album original mereka, membeli merchandise original, serta membeli tiket konser mereka.

Hal yang sama juga bisa kita lakukan dengan menghargai seorang penulis, yaitu dengan membeli buku dan karya-karyanya yang original. Nah, bagaimana jika kita tidak suka dengan karya seorang seniman?? Apakah harus dicela? atau kita harus membencinya?

Jangan melakukan hal tersebut jika tidak suka dengan karya seseorang, itu buang-buang energi. Lebih baiknya seperti ini, jika tidak menyukai musik seseorang maka jangan dengarkan. Jika tidak suka dengan tulisan seseorang maka jangan dibaca. Kelar.

Menurut saya, setiap karya memiliki pasarnya sendiri-sendiri. Hal yang sederhana ini sebenernya tidak perlu diajari untuk seseorang yang memiliki otak. Namun, sayangnya Netizen punya banyak otak untuk mencela.