CNN Indonesia

Pajak bioskop di Tarakan bikin halalkan pembajakan

Warga Tarakan atau warga kalimantan Utara setahun terakhir ini sepertinya hanya diberi harapan palsu saja akan adanya bioskop. Janji untuk pengoperasian bioskop yang sudah ditunggu-tunggu tak juga pasti. Bahkan, dilansir oleh Benuanta, bioskop yang digadang-gadang akan jadi primadona hiburan rakyat Tarakan ini akan molor lagi. Paling buruknya, terancam gagal.

Wah kenapa ya? Masih dilansir dari media yang sama, ternyata pajak yang dikenakan oleh pemerintah terlalu tinggi. Sehingga, investor yang masuk jadi mikir lagi. Hal ini karena telah diatur dari Perda, untuk bioskop dikenai pajak sebesar 35 persen.

Kalau pun ini bioskop buka, tiket di bioskop di Tarakan kemungkinan akan mahal se-Indonesia, karna pajak ini akan dibebankan oleh konsumen. Ya kita-kita ini, masyarakat Tarakan. Tentu saja dengan mahalnya tiket, si investor jadi memikirkan lagi prospek bisnis tersebut. Pasalnya, rata-rata daerah di Indonesia mengenakan pajak 10-25 persen tergantung Perda daerah masing-masing. Dikutip dari Kontan.co.id, Pajak di wilayah Tegal 25%, Balikpapan 20%, Sidoarjo 25% dan Bangka 20%. Sementara di Jakarta dan Surabaya hanya sekitar 10%.

Dengan data tersebut pemerintah Tarakan harusnya bisa mengambil acuan dalam menentukan pajak untuk bioskop. Daerah lain bisa, masa Tarakan gak bisa? Banyak warga Tarakan kecewa dengan masalah ini. Saya sendiri dan yang lain berharap akan ada bioskop di kota Tarakan tercinta. Jadi, warga Tarakan bisa seperti kota lain menikmati beragam film yang baru rilis. Ya, selain dapat hiburan, juga tidak katrok-katrok bangetlah update filmnya. Saking katroknya, masyarakat di luar, seperti di Balikpapan, Samarinda, dan daerah jawa ngomongin film terbaru. Kita hanya bisa meratapi laptop untuk mencari link film bajakan dengan kualitas buruk. Ngenes banget..

Dengan masalah pajak bioskop yang berlarut-larut, maka bisa disimpulkan jika mengakses situs film bajakan di Tarakan menjadikan hukumnya ‘halal’. Lho kok bisa halal? Ya, Mau bagaimana lagi, Fasilitas yang legal belum ada, mengakses film streaming yang legal seperti Netflix pun duluan di blokir oleh Telkomsel sang penguasa pasar. Lengkap pokoknya.

Akhirnya, jalan satu-satunya ya mengakses film di situs yang banyak iklan judi dengan gambar-gambar yang ‘mantap-mantap’ itu. Tidak ada solusi lainnya.

Daerah lain, anak mudanya sudah berlomba-lomba bikin film, Tarakan malah bingung mau buka bioskop. Jadi buka gak nih bioskopnyaa????