goodfon.com

Lampu jalan Tarakan yang jauh dari keromantisan

“Kok kota Tarakan ini terasa kurang romantis ya, bro?”

“Gimana, mas?” Tanyaku kurang jelas. “Kayaknya ada yang kurang, apa ya, saya juga masih mikir, nih” jelasnya.

“Oh, lampu jalan, mas,” tambahnya. Saya kemudian mengernyitkan dahi sambil berpikir, apa hubungannya sebuah keromantisan dengan lampu jalan Tarakan?

Percakapan di atas merupakan kesan awal teman saya saat pertama kali menginjakkan kaki di kota Tarakan. Aneh memang, karena ketika orang-orang baru datang ke kota ini biasanya yang ditanyakan adalah kenapa Mall GTM begitu sepi. Lah, ini yang ditanya lampu jalan, jadi bingung saya.

Sepulangnya kami bertemu, saya jadi kepikiran, apa sih hubungannya lampu jalan dengan keromantisan? Karena penasaran, saya ketikkan keyword ‘kota romantis’ di mesin pencari. Lalu, saya perhatikan dengan seksama semua gambarnya yang menampilkan kota-kota romantis di dunia menurut beberapa media. Lama saya memperhatikan, akhirnya saya bisa menyimpulkan persamaan kota-kota ini. Jawabannya ternyata lampu-lampu jalan di kota tersebut didominasi dengan warna kuning.

Jalan di bawah Ambassador Bridge

Tanpa kita sadari atau kita sadari, lampu jalan kota Tarakan faktanya memang didominasi dengan lampu warna putih. Jika menyusuri jalan dari pusat kota ke arah Jalan Mulawarman sampai depan gerbang bandara Juwata, tidak ada sama sekali lampu jalan kota yang berwarna kuning. Begitu juga ketika menyusuri Jalan Yos sudarso sampai jalan Kusuma bangsa, semuanya putih. Kecuali daerah Juwata, karungan, mamburungan, serta daerah pinggiran kota lainnya. Gelap.

Jalan mulawarman malam hari

Bisa jadi dominasi lampu jalan berwarna putih ini adalah pertimbangan matang dari Pemerintah kota karena lebih terang daripada lampu berwarna kuning. Walaupun nyatanya, enggak terang-terang amat.

Nah, saya baru mengerti, faktor inilah yang membuat teman saya tadi berpendapat jika kota Tarakan ini kurang Romantis. Kok ya ribet, mau romantis-romantisan tapi harus ganti lampu jalan dulu. HEHEHE

Terlepas dari lampu kota berwarna kuning memberikan kesan romantis, ada hal yang lebih penting dari ini. Seperti yang dilansir dari carthrottle.com, dijelaskan jika warna yang mempunyai gelombang panjang adalah warna merah. Karena gelombangnya panjang, warna merah menjangkau jarak jauh dan membuat orang melihat lebih jauh. Tetapi, warna merah punya kelemahan yaitu cahayanya tidak jelas.

Karena itu, warna kuning yang lebih cepat menyebar dan masih bentuk lain dari warna merah yang memiliki gelombang panjang dipilih sebagai pengganti (warna kuning didapat dari hasil pencampuran warna merah dengan warna lain). Bahkan, karena warnanya lembut dan menghilangkan kelelahan mata, kita jadi merasa aman saat berada di dalam terowongan yang tertutup. Jadi, warna kuning bisa membuat kita melihat dengan jelas dan jauh.

Bukan hanya itu, saat hujan dan berkabut lampu berwarna kuning juga memberikan penglihatan yang lebih jelas dibandingkan warna putih sehingga dapat menurunkan resiko kecelakaan. Alasan lainnya juga tak kalah penting, penggunaan lampu kuning ini lebih menghemat listrik.

Ternyata, lampu jalan dengan warna kuning banyak manfaatnya lho daripada mudharatnya. Selain mengaminkan permintaan teman saya agar Tarakan jadi romantis, di sisi lainnya pemerintah bisa mempertimbangkan penggunaan lampu jalan warna kuning untuk keselamatan pengendara. Mungkin permintaan ini terlalu muluk-muluk. Ya sudah lampu jalan nyala aja kita-kita ini sudah syukur kok, pak.