Harusnya, semakin luasnya jalan maka semakin lancar juga arus kendaraan yang melintas. Namun, sayangnya hal ini tidak terjadi di jalan Pangeran Diponegoro, Sebengkok, Tarakan. Pasalnya, kini jalan tersebut sudah lumayan lebar namun kenyataannya masih kerap terjadi kemacetan.

Setelah jalan ini ditutup karena proyek pelebaran jalan serta penanggulangan banjir yang memakan waktu hingga tiga tahun, akhirnya, jalan ini kini kembali beroperasi secara normal tahun 2019 awal. Wilayah Sebengkok memang jadi salah satu wilayah yang padat di Kota Tarakan, sehingga volume kendaraan yang melintas tentu saja padat.

Semakin tahun memang volume kendaraan di kota Tarakan bertambah, ini juga jadi salah satu faktor penyebab kemacetan. Sayangnya, semakin bertambahnya volume kendaraan di kota Tarakan, tidak diimbangi dengan kesadaran pengendara dalam berlalu lintas. Termasuk, parkir sembarangan.

Memang, parkir kendaraan di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro agak semrawut. Bahkan, pemilik kendaraan memarkir kendaraannya tidak lagi di bahu jalan namun sudah memakan setengah badan jalan. Sampai-sampai, muncul kiasan jika di jalan Pangeran Diponegoro, Sebengkok, pelebaran jalan dilakukan bukan menambah lebar jalan namun untuk meluaskan parkir.

asmawi asiz/PDKT

Apalagi, daerah pertigaan sebengkok menuju jalan Yos Sudarso. Ini karena wilayah pertokoan, daerah ini kerap macet karena parkir pelanggan dan kendaraan yang membongkar barang. Hal ini setiap harinya terjadi tanpa adanya penertiban. Seharusnya, kesadaran pengendara tanpa adanya penertiban jika memarkir dengan cara sembrono seperti di atas, tentu akan menyebabkan kemacetan dan merugikan pengendara jalan lainnya.

Parkir sembarangan seperti ini tidak hanya terjadi di jalan Pangeran Diponegoro saja, sering juga lho kita jumpai di Jalan Yos Sudarso dan jalan protokol (jalan utama dalam kota) lainnya di kota Tarakan. Jangankan parkir kendaraan yang sembrono, di Tarakan, jalan protokol bisa ditutup untuk hajatan warga, seperti yang baru-baru ini terjadi. Lucunya, penutupan jalan protokol diberikan izin resmi dari Dinas yang berwenang. Luar biasa, memang.

Di sisi lainnya, Pemerintah kota Tarakan akan menerapkan E-parking sebagai salah satu program Smart City yang akan beroperasi tahun 2020.  Diharapkan, pemberlakuan E-parking ini akan menghasilkan pendapatan untuk kota Tarakan.

Semoga hal ini bisa jadi solusi untuk masalah parkir yang semrawut di Tarakan. Sistemnya dibuat smart, siapa tau pengendaranya ikutan smart, kan?