Beberapa minggu yang lalu, di media sosial Instagram, begitu banyak yang membuat story soal Boombass yang akan launching dan mengundang khalayak ramai untuk ke acara tersebut. Saya belum begitu ngeh soal acara yang dihelat tanggal 16 Januari yang lalu. Namun yang saya tau, Branding Boombass adalah sebuah acara EDM yang dulunya rutin di gelar sebuah klub malam di Tarakan.

Apakah berhubungan dengan acara tersebut atau re-branding untuk Boombass itu sendiri? Apalagi dalam woro-woro yang disebar ada jargon ‘It’s a Movement’, tentu ini jadi hal yang menarik jika berbicara soal pergerakan anak-anak muda di kota Tarakan.

Karena kebingungan dan penasaran soal pergerakan Boombass, saya langsung menghubungi yang punya hajatan dan janjian untuk bertemu di sebuah kedai kopi, sehari setelahnya. Reza atau biasa dipanggil Eca, adalah seorang DJ (Disc Jockey) lokal Tarakan. Namanya sering menghiasi banner acara anak-anak muda dengan nama Panggung RZA. Alumni salah satu perguruan tinggi kota Bandung ini bisa dibilang seorang pegiat EDM (Electronic Dance Music) yang ada di Tarakan. Simak yuk hasil wawancaranya:

Saya penasaran sih dengan Boombass, Sebenarnya Boombass ini apa ya, ca?

Awalnya Boombass ini adalah nama sebuah acara rutin yang diadakan untuk anak-anak muda pecinta EDM yang bekerja sama dengan sebuah klub di kota Tarakan. Sampai akhirnya, Boombass kini bisa dibilang menjadi sebuah manajemen artis. Tujuannnya untuk menaungi DJ lokal Tarakan atau sebagai wadah untuk tumbuh bersama di kota ini. Boombass juga kadang jadi EO, sih, kadang kita buat acara sendiri untuk panggung teman-teman yang ada di Boombass.

It’s a Movement, sebuah jargon dari Boombass. Apa pergerakan yang ditawarkan dari Boombass?

Sebenarnya kita ingin bergerak untuk mengedukasi teman-teman yang ada di Tarakan bahwa EDM punya sub genre yang luas. Tidak melulu dengan funkot (penggabungan house music dengan dangdut) yang populer di kota ini, bahkan funkot di sini disebut breakbeat, ini bisa dibilang sebuah kesalahan karena minimnya edukasi pada musik jenis ini. Tanpa tujuan untuk merendahkan genre lain, memang ini masalah selera. Tapi, tidak ada salahnya juga kami mengedukasi khalayak untuk mengetahui keluasan genre dari EDM.

Bisa dibilang, Boombass hadir karena jengah dengan kultur musik EDM di Tarakan?

Hahahaha.. bisa dibilang begitu. Karena itu, harapannya Boombass bisa memberikan kultur baru dalam per-EDM-an di kota Tarakan. Salah satunya dengan memperkenalkan sub-genre EDM pada masyarakat kota ini, selain itu juga bagaimana melawan stigma negatif yang mendiskreditkan EDM dekat dengan acara mabok-mabokan. HE HE HE

Aku akui, memang agak berat melawan stigma negatif masyarakat Tarakan. Nah, untuk langkah konkret movement Boombass sendiri, apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat, ca?

Rencananya dalam waktu dekat ada acara namanya Diffriday yang bekerja sama dengan POT Coffee. Acara ini akan diisi talkshow untuk memperkenalkan jenis-jenis EDM, seperti yang kita bicarakan tadi. Tiap minggunya, tiap hari jumat malam, Boombass akan memperkenalkan sub genre EDM yang berbeda-beda. Ini terbuka untuk umum.

Oh iya, aku liat di profile Instagram, Boombass tidak hanya membuka manajemen artis, tapi ada juga membuka Boombass Studio dan juga Boombass Store?

Iya, kita membuka Boombass Studio untuk studio latihan dan juga membuka kelas untuk DJing atau kursus DJ. Namun kursus DJ ini masih untuk kelas mixing dan masih belum ada kelas lainnya. Kalau Boombass Store, ini branding sendiri untuk fashion, kita menjual outfit hype dengan desain sendiri. Alamat untuk store dan studio serta kantor manajemen ada di gedung Tarakan Marennu, Lingkas Ujung, Tarakan.

Apa Boombass akan fokus ke artis EDM saja, ca? Apakah ada kemungkinan untuk menaungi artis lainnya di luar EDM?

Untuk saat ini masih fokus untuk penggiat EDM saja, masih belum kepikiran untuk yang lain. Karena untuk EDM saja masih pusing, kok. HAHAHA

Nah, pertanyaan terakhir, Bagaimana tanggapanmu dengan dicekalnya Color Run di Tarakan, kamu salah satu line up pengisi acara kan?

HAHAHAHAHA… Ayo dong.. bangun, jangan tidur terus, mas.