Di masa pandemik ini, bukan cuman pacarmu, tapi para ahli kesehatan juga menganjurkan kita untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah makan, sebelum menyentuh muka, sebelum menyiapkan makanan, menyentuh bayi, membuang sampah, dan banyak lagi.

Stok sabun cair dirumah sudah ada, niat sudah genap, tinggal dilakukan dan tidak ada lagi teman-teman yang memperolokmu dengan “sok higienies kau!”
Eits tiba-tiba malas keluar kamar, dan kau melihat ada hand sanitizer di dekatmu. Lalu tiba-tiba pikiran skeptismu mencoba mempertanyakan sesuatu yang simpel, “Mana yang lebih efektif ya, pake hand sanitizer atau cuci tangan pake sabun?”

Hand sanitizer memang lebih portable. Dengan ukurannya yang kecil, dia bisa dibawa kemanapun dan dapat digunakan dimanapun dan kapanpun dengan mudah. Ada banyak jenis hand sanitizer. Berbasis alkohol, non-alkohol, gel, dan masih banyak lagi. Terserah sih mau beli yang mana, tapi para ahli medis menyarankan untuk memilih hand sanitizer yang mengandung alkohol 60-95 persen. Hebatnya lagi, hand sanitizer bisa membunuh kuman penyebab demam dan flu.

Tapiiiii….ada tapinya.

Berdasarkan halaman web Center for Disease Control and Prevention, hand sanitizer berbasis alkohol tidak membunuh SEMUA jenis kuman. Contohnya seperti kuman yang bisa membuatmu sakit perut yang ahli medis sebut norovirus, beberapa jenis parasit, dan Clostridium difficile, yang dapat menyebabkan diare. Hand sanitizer juga tidak menghilangkan bahan kimia berbahaya, seperti pestisida dan timah dari tanganmu.

Banyak penelitian menunjukkan kalau hand sanitizer dapat bekerja efektif bila digunakan di tempat klinis seperti rumah sakit, di mana tangan dapat bersentuhan dengan kuman tetapi umumnya tidak begitu kotor atau berminyak. Tapi, ketika tanganmu berminyak setelah makan, berolahraga, bekerja di kebun, atau pergi berkemah atau memancing, hand sanitizer menjadi tidak berfungsi dengan baik.

Lalu, apakah air dan sabun lebih baik?

TENTU SAJA!!!

Cuci tangan pake sabun, Bin!

Mencuci tangan dengan air dan sabun dapat mengurangi jumlah semua jenis kuman, pestisida, minyak, dan logam yang ada di tangan. Mencuci tangan dengan air dan sabun adalah gold standard.

Kelly Reynolds, seorang ahli dibidang kuman dan associate professor kesehatan lingkungan di University of Arizona, menyatakan bahwa keduanya (hand sanitizer & air dan sabun) memang efektif dalam mengurangi kuman, tetapi mencuci tangan dengan air dan sabun tidak hanya membunuh kuman, tetapi juga secara fisik menghilangkan banyak kotoran, puing-puing, dan spora yang bisa membuatmu sakit.

“Dan lagi, bukan hanya si sabun saja yang membunuh kuman. Tetapi gesekan menyabuni dan membersihkan bekas-bekas kotoran lah yang membuat mencuci tangan dengan air dan sabun menjadi lebih efektif,” kata Reynolds. Mencuci tangan dengan sabun pula telah terbukti lebih baik daripada mencuci tangan dengan air saja, karena sabun dapat merusak kemampuan kuman untuk melekat di tangan dan membuatnya lebih mudah untuk dibilas.

Pada akhirnya, apapun yang kalian pilih, teknik adalah yang paling utama. Dengan air dan sabun, para ahli menganjurkan untuk menyabuni setiap sisi telapak tangan, dan ruas-ruas jari paling tidak selama 20 detik. Dan untuk hand sanitizer, perlu menuangkan cairan gel sebesar koin dan menyapunya ke seluruh telapak tangan dan ruas jari selama 20-30 detik sampai mengering.

Jadi, mau pilih yang mana? Hand sanitizer atau air dan sabun?
Mungkin ada baiknya juga untuk menggunakan keduanya.

foto tangan dengan UV light yang belum dicuci, dicuci menggunakan hand sanitizer, dan dengan air dan sabun (sumber: bussinesinsider)