Home Umum Sepak bola adalah hiburan dan harapan
Umum

Sepak bola adalah hiburan dan harapan

Share
Share

[dropcap size=big]K[/dropcap]ecil dulu, jersey sepak bola pertama yang dibelikan bapak adalah baju Real Madrid atas nama Raul dengan angka 7 di bawahnya. Warna hitam les keemasan dengan tulisan depan TEKA yang agak burik, dibeli di pasar beringin -pasar tradisional di Tarakan-. Waktu itu saya bertanya-tanya, Real Madrid club dari belahan dunia mana? saya cuma ngerti AS Roma dengan Batistutanya. Seri A Itali dulu mendominasi, kita semua mengakui itu di tahun 90’an.

Saya suka sekali dengan sepak bola. Setiap sore, bersama teman-teman sebaya, bermodalkan bola plastik dan sendal jepit sebagai gawang. Di jalan kampung yang baru diaspal ini kami menggocek, berlari, jatuh, menendang dan mencetak gol demi gol. Karena aspal, tak jarang kaki telanjang kami luka. Tapi sepak bola bagi kami adalah kesenangan. Hiburan.

Pemain sepak bola bagi kami adalah pahlawan, satu-satu dari kami memiliki pemain idola. Bahkan, sampai level kenorakan mengganti nama belakang menjadi nama pemain idolanya. Misalnya Anto Saviola, Salim Batistuta, Riko Rivaldo, Doni Ronaldo, dan masih banyak lagi. Beranjak SMP, kami mulai mengikuti club lokal, jadi pemain amatir hingga SMA. Punya mimpi jadi pemain bola internasional, ya minimal masuk PSTK lah (Persatuan Sepak Bola Tarakan) walaupun akhirnya kebanyakan berkarir jadi kurir narkoba.

Dah Tahu Ini ?  40 Tahun SBT Pagun Taka: Memori Kolektif Seni dan Tradisi Masyarakat Tarakan

Di kota Tarakan, konon pernah bernaung club bentukan Pemkot bernama PSTK (Persatuan Sepak bola Tarakan). Sempat mengikuti divisi III liga Indonesia, dan bermarkas di stadion mini Datu Adil. Sepak bola sempat menjadi harapan dari kota kecil ini, harapannya menjadi besar seperti Arema, Persib, Persija atau Persisam dan Persiba dalam era sekarang. Alih-alih besar, setengah jalan club ini sudah vakum. Entah masalah apa, saya pikir sudah pasti masalah dana atau dana yang dikorupsi atau ya emang orang-orang di dalamnya aja yang brengsek kalau ngeliat duit banyak. Klasik. Bahkan, PSTK kabarnya sudah di banned dari PSSI. Tidak ada lagi harapan.

Walaupun begitu, Sepak bola tetap menjadi hiburan. Mau kurir narkoba, pejabat, polisi, dan buruh. Sepakbola selalu menjadi perdebatan hangat, tempatnya teori strategi untuk didebatkan, ataupun sekedar olok-olokan dengan teman. Bahkan, jadi alasan kuat untuk memulai pertikaian.

Tanggal 23 Desember 2019, dua club lokal sepakbola Tarakan bertemu di Final Walikota Cup. Kompetisi amatir ini, memiliki antusias yang besar dari masyarakat. Malam itu, kursi di tribun utama dari stadion yang gembar gembornya memiliki rumput sama dengan yang digunakan di stadion San siro, Milan, penuh dengan penonton. Sayup sayup terdengar suara chants-chants dukungan dari kedua club yang memiliki kesamaan. Sama-sama tidak kompak.

Dah Tahu Ini ?  Menurut awam sepertinya salah, jika benar menurut ahlinya, ini pasti ada yang salah

Teriakan demi teriakan, makian kepada wasit, emosi pemain, hingga tak adanya penjaga gawang cadangan mewarnai pertandingan ini. Malam itu semua bersuka cita dalam raut-raut wajah tiap-tiap orang, atmosfer yang baik untuk sepak bola kota ini. Dalam riuhnya suara kedua pendukung, saya berpikir masih ada harapan untuk sepak bola Tarakan. Masih bisa bangkit. Tapi hanya beberapa saat saja, sampai saya membuka smartphone dan membaca berita “Tim Futsal Kalimantan Utara Mundur dari kualifikasi PON 2020 karena masalah dana”. Kimbek!

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Tarakan mendirikan Posko Gotong Royong Mudik Lebaran Tahun 2026.
Umum

PDI Perjuangan Tarakan Dirikan Posko Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan SDF

TARAKAN - Sebagai kepedulian terhadap masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, Dewan...

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara menggelar kegiatan Ramadhan SIAP QRIS yang dirangkai dengan kajian dan buka puasa bersama Hanan Attaki. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026.
EkbisUmum

Empat Ribu Jamaah Hadiri Ramadhan SIAP QRIS di Tarakan

TARAKAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara menggelar kegiatan SIAP...

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Baznas Kota Tarakan dan Pemerintah Kota Tarakan resmi melaksanakan Kick Off Road to Kalimantan Utara Sharia Festival (KaShaFa) 2026. Mengusung tema “Berkah Ramadhan sebagai Penggerak Perekonomian Masyarakat”, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju puncak KaShaFa yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
EkbisUmum

BI Kaltara Kick Off Road to KaShaFa 2026, Target Transaksi UMKM Rp3 Miliar

TARAKAN  — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Baznas...

Ketua Dewan Adat Dayak Agabag, Robert Atim, menyampaikan keprihatinannya atas banjir yang kembali melanda wilayah sepanjang Sungai Sembakung di Kabupaten Nunukan.
Kalimantan UtaraUmum

Banjir Kembali Landa Kabudaya, Dewan Adat Dayak Agabag: Dampak Terbesar Dirasakan Masyarakat 

NUNUKAN - Ketua Dewan Adat Dayak Agabag, Robert Atim, menyampaikan keprihatinannya atas...