Home Seni Budaya 40 Tahun SBT Pagun Taka: Memori Kolektif Seni dan Tradisi Masyarakat Tarakan
Seni BudayaUmum

40 Tahun SBT Pagun Taka: Memori Kolektif Seni dan Tradisi Masyarakat Tarakan

Share
Sanggar Budaya Tradisional (SBT) Pagun Taka baru saja merayakan 40 tahun kiprahnya dalam melestarikan seni dan budaya Tidung di Tarakan dengan format pertunjukan. Perayaan tersebut digelar selama dua hari di Balay Adat Tidung, Kota Tarakan, pada 26–27 Desember 2025 lalu.
Share

TARAKAN – Sanggar Budaya Tradisional (SBT) Pagun Taka baru saja merayakan 40 tahun kiprahnya dalam melestarikan seni dan budaya Tidung di Tarakan. Perayaan tersebut digelar selama dua hari di Balay Adat Tidung, Kota Tarakan, pada 26–27 Desember 2025 lalu.

Perayaan ini melibatkan puluhan penari dan pemusik dari berbagai generasi. Sekitar 18 tarian dan pertunjukan seni ditampilkan setiap malam, mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WITA, sebagai representasi perjalanan panjang SBT Pagun Taka dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya lokal.

Pendiri sekaligus Pimpinan SBT Pagun Taka, Datu Norbeck, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sanggar ini mulai aktif sekitar Mei 1985. Sebelumnya, Datu Norbeck pernah mendalami ilmu kesenian di Padepokan Seni Bagong Kussurdiardja, Yogyakarta, pada tahun 1984, yang kemudian menjadi bekal penting dalam pengembangan sanggar.

Ia menjelaskan, perjalanan SBT Pagun Taka berawal dari kelompok tari Pagun Taka, kemudian berkembang hingga menjadi lembaga seni berbadan hukum dengan nama Sanggar Budaya Tradisional Pagun Taka. Selama empat dekade, sanggar ini secara konsisten menggali, menata, dan mengembangkan kebudayaan Tidung pesisir.

Dah Tahu Ini ?  Olok-olokan faktor kesuksesan Tiktok

Hingga tahun 2025, SBT Pagun Taka telah menciptakan dan mengembangkan berbagai bentuk kesenian, mulai dari seni tari tradisional, musik Kelintangan, seni rupa, arsitektur Baloy Mayo, adat pernikahan, hingga ritual budaya Iraw Tengkayu. Saat ini, sanggar tersebut memiliki 142 anggota aktif yang berasal dari berbagai kalangan usia.

Datu Norbeck menegaskan, dasar utama pelaksanaan kegiatan sanggar adalah kepedulian terhadap pelestarian seni budaya tradisional, khususnya seni tari sebagai wujud kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat Kota Tarakan. Di tengah pesatnya perkembangan zaman dan budaya modern, minat generasi muda terhadap seni tradisi dinilai semakin menurun.

“Peringatan 40 tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen sanggar dalam menjaga warisan leluhur,” ujarnya.

Adapun tujuan perayaan ini antara lain melestarikan dan mengembangkan seni tradisional Kota Tarakan, menanamkan nilai-nilai luhur budaya kepada generasi muda, menjadi wadah silaturahmi bagi alumni dan keluarga besar SBT Pagun Taka, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai seni budaya asli Tarakan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung upaya pemerintah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.

Dah Tahu Ini ?  Mama Lita Master Chef Indonesia Siap Ramaikan "Live Cooking Forbizfair" di BPD HIPMI Kaltara, Gratis untuk Masyarakat!

Pelaksanaan perayaan 40 tahun SBT Pagun Taka didukung oleh dana hibah Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, yang dimanfaatkan untuk menunjang seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan dengan baik dan lancar.

Perayaan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada para pendiri dan masyarakat Kota Tarakan yang selama ini memberikan dukungan, baik dalam suka maupun duka. Dengan semangat transparansi dan visi yang kuat, SBT Pagun Taka berkomitmen untuk terus berada di garda terdepan dalam menjaga kelestarian budaya Tidung bagi generasi mendatang.

Sepanjang kiprahnya, SBT Pagun Taka telah menorehkan berbagai prestasi dan penghargaan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Bahkan, seni budaya Kalimantan Utara juga telah diperkenalkan ke tingkat internasional melalui festival budaya di Malaysia dan Filipina.

Pada kesempatan tersebut, pihak SBT Pagun Taka turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kota Tarakan, serta khususnya dinas kebudayaan, atas ruang dan dukungan yang diberikan kepada sanggar dalam berbagai kegiatan pemerintahan.

Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada almarhum H. Yusuf Abdullah, S.H., yang berperan besar pada masa awal berdirinya Pagun Taka saat masih berbentuk grup tari di bawah binaan Lembaga Kesenian dan Kebudayaan Tidung.

Dah Tahu Ini ?  Percasi Tarakan Gelar Turnamen Memperingati Bulan Bung Karno 2025

“Beliau merupakan sosok yang banyak membina dan mendukung kegiatan rutin SBT Pagun Taka sejak awal berdiri,” tutupnya.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Tamara Moriska, memberikan pesan mendalam dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kejuangan agar tidak luntur ditelan zaman.
Umum

Peringati Hari Veteran Nasional, Tamara Moriska: Jasa Pejuang Hidup Abadi dalam Ingatan Bangsa

TARAKAN  – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Tamara Moriska, memberikan pesan...

MusikUmum

Eksplorasi Solidaritas dan Keresahan Sosial dalam EP Perdana DEMOS69, “From Friends For Friends”

TARAKAN - ​Bagi sebagian orang, musik hardcore mungkin hanya terdengar seperti deru...

Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman berbunga melalui media sosial kian meluas di Kota Tarakan. Berdasarkan data terbaru dari tim penasihat hukum korban, total kerugian yang dialami masyarakat kini ditaksir mencapai lebih dari Rp1,2 miliar dengan puluhan korban yang terjebak dalam skema tersebut.
HukrimUmum

Kasus Investasi Bodong di Tarakan Menggurita: Korban Capai Puluhan Orang, Total Kerugian Terdeteksi Tembus Rp1,2 Miliar

TARAKAN — Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman...