TARAKAN — Musyawarah Kota Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Kota Tarakan menetapkan kembali Ahmady Burhan sebagai nakhoda organisasi untuk masa bakti 2026-2031. Keberlanjutan kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum penguatan pembinaan atlet binaraga di Kalimantan Utara agar mampu berbicara banyak di kancah nasional.
Pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) yang berlangsung di Tarakan tersebut berjalan khidmat dan lancar. Terpilihnya kembali pria yang akrab disapa Bang Chico ini menandai dimulainya babak baru bagi cabang olahraga binaraga dan fisik di kota tersebut.
Bendahara PBFI Kota Tarakan yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Adi Nata Kusuma, menyampaikan apresiasinya atas dinamika positif dalam Muskot tersebut. Menurutnya, stabilitas organisasi menjadi kunci utama dalam mencetak prestasi.
”Alhamdulillah, keluarga besar PBFI mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Saudara Ahmady Burhan. Muskot ini berjalan dengan lancar dan demokratis. Harapan kami ke depan, PBFI Tarakan dapat terus konsisten melahirkan atlet-atlet binaraga yang berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Adi Nata Kusuma di Tarakan, Sabtu (28/3/2026).
Adi menambahkan, dirinya optimistis bahwa di bawah kepemimpinan Ahmady, ekosistem binaraga di Tarakan akan semakin berkembang. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pengurus dan pembinaan yang terukur bagi para atlet.
Ditemui usai penetapan, Ahmady Burhan menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh seluruh jajaran pengurus. Ia menyadari bahwa tantangan di periode kedua ini akan jauh lebih besar, terutama dalam mempertahankan konsistensi prestasi di tengah persaingan atlet yang semakin ketat.
”Terpilihnya kembali saya sebagai ketua adalah sebuah tanggung jawab besar. Saya berkomitmen penuh untuk membawa PBFI Kota Tarakan ke level yang lebih tinggi,” tegas Ahmady.
Ia juga menekankan bahwa fokus utama dalam masa jabatan 2026-2031 adalah memperkuat struktur organisasi serta memastikan program pelatihan atlet berjalan secara sistematis.
”Kami ingin memastikan bahwa PBFI bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan kawah candradimuka bagi para atlet. Target saya, setiap pusat kebugaran di Tarakan memiliki standar pembinaan yang sejalan dengan visi PBFI Pusat, sehingga proses regenerasi atlet binaraga tidak akan terputus. Kita ingin Tarakan menjadi lumbung atlet binaraga di Kalimantan Utara,” tambah pria yang akrab disapa Bang Chico tersebut.
Lebih lanjut, Ahmady menjelaskan pentingnya sinergi antara pengurus dan ketersediaan fasilitas latihan yang memadai.
“Fokus utama saya adalah memperkuat sinergi organisasi dan memastikan program pelatihan berjalan maksimal. Kita akan lebih sering mengadakan kompetisi lokal sebagai ajang uji coba, demi mencetak generasi atlet yang tangguh, profesional, dan siap mental saat bertanding di tingkat nasional,” pungkasnya.
Selama ini, Kalimantan Utara, khususnya Tarakan, dikenal memiliki potensi atlet binaraga yang cukup diperhitungkan. Dengan kepengurusan yang baru ini, PBFI Tarakan menargetkan adanya peningkatan jumlah keikutsertaan atlet dalam kejuaraan-kejuaraan resmi di bawah naungan PBFI Pusat, sekaligus memperluas literasi mengenai gaya hidup sehat dan olahraga fitness di masyarakat luas.
Leave a comment