TARAKAN – Puluhan pecinta musik di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, mengonversi kecintaan mereka terhadap genre rock menjadi aksi kolektif yang menyehatkan. Melalui kegiatan bertajuk “Rock on the Street Vol. 1″, Minggu (29/3/2026) sore, para peserta melakukan jalan santai kurang lebih sejauh 4 kilometer dengan identitas visual yang seragam: kaos band kebanggaan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Grup Musikal ini mengambil titik mula dan purna di Kedai Pontianak, Jalan Pamusian. Dengan rute melintasi jantung kota, peserta bergerak menyusuri Taman Oval Ladang, Kantor Wali Kota Tarakan, Stadion Datu Adil, hingga kawasan Markoni sebelum kembali ke titik awal.
Acara ini bukan sekadar aktivitas olahraga, melainkan sebuah manifestasi budaya subkultur yang dibalut dalam semangat silaturahmi pasca-Lebaran. Kewajiban mengenakan atribut kaus band menjadi simbol pernyataan identitas sekaligus apresiasi terhadap karya musik.
Ketua Dewan Pembina Grup Musikal, Adi Nata Kusuma, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan upaya untuk mempererat ekosistem kreatif di Bumi Paguntaka. Menurutnya, komunitas musik memiliki potensi besar untuk menghidupkan ruang publik dengan cara yang positif.
”Kegiatan ini adalah wadah silaturahmi untuk memperkuat simpul persaudaraan antarpemegang kepentingan musik di Tarakan. Melalui momentum halalbihalal ini, kami ingin menunjukkan bahwa soliditas komunitas dapat dibangun melalui kegiatan yang inklusif dan menyehatkan,” ujar Adi, Minggu (29/03/2026).
Senada dengan hal tersebut, Anggota Dewan Pembina Grup Musikal, Randy Ramadhan, menekankan pentingnya konsistensi dalam merawat jejaring kreatif. Ia melihat antusiasme peserta sebagai sinyal positif bagi geliat seni di wilayah perbatasan.
”Kami melihat ada energi besar dari puluhan peserta yang hadir hari ini. Jarak 4 kilometer yang ditempuh membuktikan bahwa gaya hidup sehat dan kecintaan terhadap seni dapat berjalan beriringan. Ini akan menjadi fondasi bagi kami untuk terus menginisiasi agenda-agenda kreatif yang lebih berdampak ke depannya,” tutur Randy.
Gerakan “Rock on the Street” diharapkan mampu menjadi pemantik bagi komunitas lain di Kalimantan Utara untuk lebih aktif mengapresiasi ruang terbuka kota melalui aktivitas yang memadukan hobi, kesehatan, dan penguatan struktur sosial lokal.
Leave a comment