Opini

18 Articles
"Berproses dan merayakannya lagi", mungkin ini (menurut saya) adalah gambaran atau kalimat yang paling logis untuk adegan maupun gebrakan yang ada di Tarakan saat ini. Dari masa ke masa ntah kenapa dua hal itu selalu dilupakan dalam meneruskan ekosistem kolektif yang padahal membuat kita terus berada di permukaan yang suram hingga hari ini, seehhhh.
OpiniSeni Budaya

Menyambung Nafas Lewat Punk United Tarakan

Penulis: Luhur Budiman "Berproses dan merayakannya lagi", mungkin ini (menurut saya) adalah gambaran atau kalimat yang paling logis untuk adegan maupun gebrakan yang...

Jagat media sosial di Kota Tarakan belakangan ini dihebohkan oleh sebuah unggahan naratif dari Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Tarakan, Iwan Setiawan. Dalam postingannya, sang pejabat publik tampak mencoba bersembunyi di balik tameng istilah-istilah hukum pidana, menyikapi laporan resmi yang kami layangkan ke Polres Tarakan terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Opini

Meluruskan Sesat Pikir Dirut PDAM Tarakan: Mengulas Mens Rea, Doxing, dan Keangkuhan Pejabat Publik

Penulis, Fadhil Qobus Ketua Umum HMI Cabang Tarakan Jagat media sosial di Kota Tarakan belakangan ini dihebohkan oleh sebuah unggahan naratif dari Direktur...

Tulisan ini bercerita bahwa hidangan Idul Fitri tidak semata tentang enak atau tidak, tetapi tentang bagaimana kita merespons peran perempuan di baliknya.
Opini

Idul Fitri yang Setara: Membaca Ulang Peran Perempuan di Rumah

Penulis: Anonim - Pegiat Literasi "Syawal menggemuruh, kita masih selalu berada di bulan kemenangan ini". Idul Fitri selalu hadir sebagai momentum kebahagiaan dan...

Opini

ATM, ruang publik untuk uji coba empati yang paling sederhana

Sore hari yang masih terik, deru roda menggilas aspal yang perlahan mulai dingin. Hari itu, mood sedang baik-baik saja, pulang kerja tepat waktu...

Opini

Idul Fitri, Kaleng Bekas, dan Cerita yang Perlahan Kita Lupakan

Penulis: CIKI Idul Fitri selalu datang dengan cara yang sama gema takbir, meja yang penuh, dan perasaan pulang yang hangat. Kita merayakan kemenangan,...

Memasuki tahun 2026, puluhan media website lokal saling berebut pembaca dalam wilayah yang jumlah penduduknya bahkan belum menyentuh satu juta jiwa. Jika harus berkompetisi secara brutal dalam ruang sekecil ini, persoalannya menjadi tidak masuk akal.
OpiniUmum

Selamat Tinggal? Media Lokal Kaltara Terancam Tutup Serentak!

Ditulis oleh: Fitri Zulkarnain, Praktisi Rekayasa Sosial dan Pengembang Teknologi Memasuki tahun 2026, puluhan media website lokal saling berebut pembaca dalam wilayah yang...

"James C. Scott pernah menulis bahwa negara bekerja dengan cara menyederhanakan kehidupan manusia yang kompleks menjadikannya peta, angka, syarat, dan kategori yang mudah diatur. Dalam proses itu, banyak kehidupan jatuh di luar keterbacaan negara: terlalu rumit, terlalu bergerak, terlalu lintas batas. Loudres adalah salah satu ruang semacam itu sebuah kampung yang hidup justru karena tidak pernah sepenuhnya bisa "dilihat" oleh negara".
OpiniUmum

Malam Natal Di Loudres, Sebatik Indonesia

Penulis: Rizky Fauzy, Literasi Jalanan Ketika Perbatasan Melewati Manusia "James C. Scott pernah menulis bahwa negara bekerja dengan cara menyederhanakan kehidupan manusia yang kompleks...

Opini

Membaca Literasi Jalanan Tarakan dalam Nafas Arundhati Roy – Catatan Perlawanan Sunyi dari Halaman Masjid dan Pantai Pesisir Binalatung

"Another world is not only possible, she is on her way. On a quiet day, I can hear her breathing." - Arundhati Roy Tarakan...