Home Ekbis Penggunaan QRIS di Kaltara Kian Solid, Nilai Transaksi Melonjak 266 Persen
EkbisUmum

Penggunaan QRIS di Kaltara Kian Solid, Nilai Transaksi Melonjak 266 Persen

Share
Tren penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan kinerja yang impresif dalam tiga tahun terakhir, periode 2023–2025. Di tengah normalisasi pertumbuhan pengguna baru, volume dan nilai transaksi justru meningkat signifikan, menandakan semakin dalamnya adopsi pembayaran digital di masyarakat.
Share

TARAKAN – Tren penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan kinerja yang impresif dalam tiga tahun terakhir, periode 2023–2025. Di tengah normalisasi pertumbuhan pengguna baru, volume dan nilai transaksi justru meningkat signifikan, menandakan semakin dalamnya adopsi pembayaran digital di masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan silaturahmi bersama awak media di Hotel Tarakan Plaza, Jumat (30/1/2026).

Berdasarkan data hingga Desember 2025, jumlah pengguna QRIS di Kalimantan Utara tercatat mencapai 131.000 pengguna, tumbuh 8,1% secara tahunan. Menurut Hasiando, perlambatan laju pertumbuhan pengguna baru merupakan hal yang wajar seiring dengan semakin besarnya basis pengguna.

“Pertumbuhan yang tetap positif ini sudah sangat baik karena berasal dari pengguna baru. Saat ini, tingkat penetrasi QRIS terhadap penduduk usia produktif di Kaltara telah mencapai sekitar 25%,” ujar Hasiando.

Bank Indonesia mencatat jumlah penduduk usia produktif di Kalimantan Utara berada di kisaran 392.000 jiwa, sehingga masih terdapat ruang pengembangan digitalisasi yang cukup besar. Namun, tantangan geografis seperti wilayah kepulauan, luas wilayah, serta kepadatan penduduk yang relatif rendah menjadi faktor yang perlu dihadapi dalam percepatan adopsi sistem pembayaran digital.

Dah Tahu Ini ?  Olok-olokan faktor kesuksesan Tiktok

Dari sisi pelaku usaha, jumlah merchant QRIS juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir 2025, jumlah merchant yang menyediakan layanan QRIS mencapai 112.826 unit, tumbuh 18,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 95.369 unit.

Berdasarkan kepadatan merchant terhadap luas wilayah, Kota Tarakan menjadi pusat pertumbuhan tertinggi, disusul Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Bulungan.

Indikator paling menonjol terlihat pada aktivitas transaksi. Sepanjang 2025, volume transaksi QRIS meningkat 48%, sementara nilai transaksi melonjak drastis hingga 266%.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya sekadar memiliki aplikasi pembayaran digital, tetapi juga semakin aktif dan terbiasa bertransaksi dalam nominal yang lebih besar menggunakan QRIS,” tambah Hasiando.

Lonjakan nilai transaksi yang jauh melampaui pertumbuhan jumlah pengguna tersebut mengindikasikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran nontunai di Kalimantan Utara telah berada pada level yang kuat, sekaligus menegaskan peran QRIS sebagai instrumen penting dalam mendorong efisiensi transaksi dan penguatan ekonomi digital daerah.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Tamara Moriska, memberikan pesan mendalam dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kejuangan agar tidak luntur ditelan zaman.
Umum

Peringati Hari Veteran Nasional, Tamara Moriska: Jasa Pejuang Hidup Abadi dalam Ingatan Bangsa

TARAKAN  – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Tamara Moriska, memberikan pesan...

Ekbis

Aliansi Pemuda Kalimantan-Sumatra Desak Pencopotan Dirut PLN Imbas Pemadaman Listrik

JAKARTA — Gelombang protes terhadap buruknya pelayanan PT PLN (Persero) di wilayah...

MusikUmum

Eksplorasi Solidaritas dan Keresahan Sosial dalam EP Perdana DEMOS69, “From Friends For Friends”

TARAKAN - ​Bagi sebagian orang, musik hardcore mungkin hanya terdengar seperti deru...

Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman berbunga melalui media sosial kian meluas di Kota Tarakan. Berdasarkan data terbaru dari tim penasihat hukum korban, total kerugian yang dialami masyarakat kini ditaksir mencapai lebih dari Rp1,2 miliar dengan puluhan korban yang terjebak dalam skema tersebut.
HukrimUmum

Kasus Investasi Bodong di Tarakan Menggurita: Korban Capai Puluhan Orang, Total Kerugian Terdeteksi Tembus Rp1,2 Miliar

TARAKAN — Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman...