Home Umum Indonesia dan sejuta sensasi
Umum

Indonesia dan sejuta sensasi

Share
Share

Sensasi memang tidak pernah ada habisnya di negara ini. Jika menilik sedikit, penciptaan sensasi memiliki tujuan masing-masing, seperti; ingin terkenal dan lain sebagainya. Seperti yang kita ketahui, pada kalangan selebritis juga penuh dengan sensasi dan gimmick-gimmick yang sebenarnya tidak penting untuk kita ketahui. Bahkan, karyanya lebih sedkikit yang kita tahu daripada sensasi yang selebritis skenariokan.

Karena banyaknya role model seperti ini, banyak kejadian unik yang hadir. Masa bodoh dengan logika, Nih saya kumpulkan siapa tau menginspirasi.

Pertama, Lia Eden, sudah pasti banyak yang mengetahui sosok Lia Aminuddin yang lebih terkenal dengan nama Lia Eden. Ibu Lia ini mendeklarasikan kenabiannya dan mengaku jika mendapatkan wahyu dari malaikat Jibril. Tak hanya itu, ibu Lia juga membuat agama baru penggabungan dari Agama Samawi, Yudaisme, Kristen, Islam, dan beberapa agama lagi di Indonesia. Tentu saja hal ini banyak mengundang kontroversi yang mengakibatkan Lia Eden dijebloskan ke penjara dengan tuduhan penistaan agama di tahun 1997 silam. Lagian, tindakan ibu Lia seperti ini bakalan ngerepotin pemerintah, wong, beberapa agama yang sudah diakui aja repot kok ngurusinnya, malah mau nambah agama baru.

Dah Tahu Ini ?  ORADO Kaltara Gelar TOT Wasit Domino Selama Dua Hari

Kedua, Ponari, bocah ajaib dari kota Jombang ini sempat viral karena batu yang ia temukan saat bermain hujan. Dipercaya batu yang disebut batu petir ini (Mungkin ada hubungannya dengan Thor) dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Karena hal tersebut Ponari menjadi terkenal sehingga orang berbondong-bondong ke rumah bocah ini untuk kesembuhan. Pengobatannya juga tergolong mudah, Ponari hanya mencelupkan tangan yang menggenggam batu tersebut ke dalam air lalu setelahnya air tersebut diminum oleh pasien. Dalam logika, hal ini sudah pasti tidak bisa menyembuhkan penyakit apapun, boro-boro menyembuhkan, nambah penyakit, iya. Jika hal ini benar, yang saya takutkan malah profesi dokter akan tergantikan dengan Ponari, lalu dokter-dokter kerja apa? Padahal uang pangkal kuliah kedokteran itu mahal lho, orang miskin kayak saya ini gak mungkin bisa bayar.

Ketiga, Ningsih Tinampi, bu Ningsih ini memang terkenal dengan pengobatan alternatifnya. Seperti Ponari, masyarakat kita memang tertarik dengan penyembuhan instan dan hal klenik lain yang tidak masuk di logika. Sehingga, hal tersebut menjadikan bu Ningsih terkenal. Bahkan, Ibu-ibu asal Pasuruan ini mengaku di dalam video Youtubenya bisa memanggil dan berkomunikasi dengan Malaikat serta Nabi besar Muhammad SAW. Lah situ siapa? Tuhan?

Dah Tahu Ini ?  BI Kaltara Perluas Digitalisasi Pembayaran Pelabuhan, QRIS Ditargetkan Berlaku di Pelabuhan Utama 2026

Keempat, Keraton Agung Sejagat. Baru-baru ini Indonesia geger dengan pendeklarasian kerajaan baru yang dinamai Keraton Agung Sejagat. Kerajaan ini didirikan oleh Totok Santosa Hadiningrat sebagai penunaian janji 500 tahun kerajaan Majapahit. Masuk akal, ya? HEHEHEHE. Terlepas dari janji yang mana dan tercatat dalam sejarah apa, bapak Totok ini bikin saya mikir, kok kepikiran ya untuk membuat kerajaan baru di bumi Nusantara. Memang sih, kita bebas untuk menjadi apa saja bahkan menjadi raja sekalipun, tapi mengakui menjadi raja di era sekarang ini pastilah harus mempunyai nyali dan mental yang kuat namun perlu diingat juga harus memiliki landasan pengakuan yang kuat, jika tidak, ya, jadinya kayak pak Totok inilah. Ada-ada aja.

Orang Indonesia terbukti memang memiliki energi lebih untuk menjalani sensasi. Saya yakin tujuannya selain mencari uang juga untuk menjadi terkenal sampai-sampai harus menerobos langit-langit logika. Walaupun begitu, saya cukup berterima kasih dengan sensasi yang edan ini, setidaknya memberikan ruang untuk merenggangkan otot sejenak di dalam himpitan hidup.

Dah Tahu Ini ?  Menatap Fornas VIII NTB, Kormi Kaltara Gelar Silaturahmi antar Inorga
Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Tarakan mendirikan Posko Gotong Royong Mudik Lebaran Tahun 2026.
Umum

PDI Perjuangan Tarakan Dirikan Posko Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan SDF

TARAKAN - Sebagai kepedulian terhadap masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, Dewan...

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara menggelar kegiatan Ramadhan SIAP QRIS yang dirangkai dengan kajian dan buka puasa bersama Hanan Attaki. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026.
EkbisUmum

Empat Ribu Jamaah Hadiri Ramadhan SIAP QRIS di Tarakan

TARAKAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara menggelar kegiatan SIAP...

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Baznas Kota Tarakan dan Pemerintah Kota Tarakan resmi melaksanakan Kick Off Road to Kalimantan Utara Sharia Festival (KaShaFa) 2026. Mengusung tema “Berkah Ramadhan sebagai Penggerak Perekonomian Masyarakat”, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju puncak KaShaFa yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
EkbisUmum

BI Kaltara Kick Off Road to KaShaFa 2026, Target Transaksi UMKM Rp3 Miliar

TARAKAN  — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Baznas...

Ketua Dewan Adat Dayak Agabag, Robert Atim, menyampaikan keprihatinannya atas banjir yang kembali melanda wilayah sepanjang Sungai Sembakung di Kabupaten Nunukan.
Kalimantan UtaraUmum

Banjir Kembali Landa Kabudaya, Dewan Adat Dayak Agabag: Dampak Terbesar Dirasakan Masyarakat 

NUNUKAN - Ketua Dewan Adat Dayak Agabag, Robert Atim, menyampaikan keprihatinannya atas...