TARAKAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto semakin masif di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Kalimantan Utara (Kaltara). Dalam hal ini, BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltara akan menjalankan perintah BPP HIPMI untuk membangun dapur MBG.
Ketua BPD HIPMI Kaltara, Ade Kurniawan menyebut HIPMI Kaltara berencana membangun 10 dapur MBG di seluruh wilayah Kaltara. Diantaranya 6 di kota Tarakan, 2 di Kabupaten Bulungan, 1 di Kabupaten Nunukan, dan 1 di Kabupaten Tana Tidung.
“Saat ini lagi proses persiapan untuk dapur MBG di Tarakan dan Bulungan, Untuk di Nunukan dan KTT masih tahap verifikasi Pengajuan,” katanya, Selasa (22/7/2025).
Dalam hal ini, pengusaha muda di bidang pelayaran ini menjelaskan bahwa progres pembangunan dapur MBG HIPMI Kaltara saat ini masih di daerah Tarakan, yaitu di Tarakan Utara 1 dapur, di Tarakan Tengah 1 dapur dan di Tarakan Barat 1 dapur.
“Sekarang ketiganya lagi tahap pembersihan lokasi Dapur MBG,” ujarnya.
“Untuk distribusi sekolah, kita mengikutin aturan Badan Gizi Nasional (BGN) yaitu radius 3-5 km di sekitaran titik dapur, adapun untuk titik tarakan tengah itu mencakup SMP 1 dan SMK 1, untuk tarakan barat SMA 1 dan SMP 2 yang saat ini sudah masuk di lingkup radius Calon Dapur SPPG,” tambahnya.
Mengikutin laman BGN, pihaknya mengungkapkan persyaratkan 45 hari dalam pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kemudian seteleah dapur jadi, akan ada proses kunjungan dan survei kelayakan dapur.
“Nanti akan ada proses survei kelayakan dapur dan verifikasi dari BGN,” bebernya.
Dalam hal ini, HIPMI Kaltara siap melibatkan seluruh pengusaha lokal yang ada di Kalimantan Utara. Sebab, banyak turunan bisnis yang dapat dikolaborasikan.
“Program ini adalah bukti nyata kolaborasi antar pengurus HIPMI Kaltara untuk menciptakan peluang pekerjaan dan lingkup bisnis, Menunjang Program Pemerintah dalam perbaikan gizi anak-anak dan masyarakat prasejahtera,” ujarnya.
“Dalam hal ini dapat menciptakan ekosistem usaha sosial berbasis pangan dan gizi. Mendorong kemandirian dan partisipasi pengusaha lokal melalui kolaborasi dapur,” tutupnya.




Leave a comment