TARAKAN — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Utara memacu pergelaran Musyawarah Daerah (Musda) di tingkat kabupaten dan kota. Langkah ini diambil sebagai bagian dari konsolidasi internal organisasi guna menyongsong agenda politik ke depan sekaligus mengawal program strategis pemerintah pusat di daerah.
Setelah sukses menyelenggarakan Musda di Kabupaten Bulungan, DPD I Golkar Kaltara melanjutkan estafet organisasi dengan menggelar Musda Ke-6 Golkar Kota Tarakan. Ketua DPD I Golkar Kaltara Syarwani mengungkapkan, pelaksanaan Musda ini merupakan mekanisme konstitusi organisasi yang wajib ditunaikan seiring berakhirnya masa bakti kepengurusan selama lima tahun.
”Musda ini menjadi bagian penting dari konsolidasi internal. Kita ingin menyatukan dan menggerakkan kembali seluruh kekuatan yang ada, baik struktur pengurus, organisasi sayap Hastakarya, hingga ormas pendiri dan yang didirikan,” ujar Syarwani usai menutup Musda di Tarakan, Sabtu (27/6/2026) sore.
Dari lima kabupaten/kota di Kaltara, Golkar telah merampungkan agenda Musda di dua wilayah. Syarwani menargetkan tiga kabupaten tersisa—yakni Malinau, Nunukan, dan Tana Tidung—akan segera menyelesaikan Musda pada Juli mendatang. Keputusan ini selaras dengan hasil rapat pleno DPD I Golkar Kaltara yang mematok tenggat waktu konsolidasi total pada medio tahun ini.
Selain penguatan struktur internal untuk agenda politik lokal, Syarwani menegaskan bahwa konsolidasi ini memegang misi strategis berskala nasional. Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, seluruh kader Golkar diinstruksikan tegak lurus mengawal program prioritas nasional di daerah.
Beberapa program utama seperti ketahanan pangan (food estate) hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi atensi yang wajib disukseskan oleh kader beringin di Kalimantan Utara.
”Ini wujud komitmen kemitraan strategis kami. Arahan pembangunan dari Presiden harus mampu diakselerasi dan didukung penuh oleh kader hingga ke tingkat akar rumput di tingkat kabupaten dan kota,” tegas Syarwani.
Menambahkan penjelasan tersebut, Sekretaris DPD I Golkar Kaltara Adi Nata Kusuma menyatakan bahwa jajaran kesekretariatan dan pemenangan pemilu telah menyiapkan cetak biru (blueprint) kerja organisasi pasca-Musda. Langkah cepat ini dinilai krusial mengingat tantangan dinamika politik daerah yang kian kompleks.
”Sesuai arahan Ketua Syarwani, target di bulan Juli bukan sekadar menyelesaikan seremonial musyawarah, melainkan langsung tancap gas menyusun komposisi kepengurusan yang adaptif,” kata Adi Nata Kusuma.
Adi menambahkan, penyegaran struktur di tingkat daerah sengaja mengombinasikan tokoh senior dan kader muda potensial. Hal ini dilakukan agar mesin partai siap bergerak linear dalam mendukung kebijakan taktis, baik untuk pemenangan pemilu internal partai maupun dalam mengawal program-program kesejahteraan masyarakat dari pemerintah pusat agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh warga Kaltara.
Leave a comment