Home Umum Dwifungsi TNI Bla Bla Bla
Umum

Dwifungsi TNI Bla Bla Bla

Share
Share

Tanggal 15 Maret 2025 yang lalu, beberapa orang dari Koalisi Masyarakat Sipil serta kontraS menggeruduk hotel kelas atas karena diduga melakukan rapat tertutup untuk membahas dwifungsi TNI yang dulu di zaman orde baru disebut ABRI.

Dari aksi ini membuat reaksi dan menjadi gelombang di media sosial menjadi besar untuk menolak revisi UU tersebut. Masyarakat menilai hal ini adalah bibit baru untuk kembali ke zaman orde baru dan memberikan trauma yang besar jika UU ini disahkan.

Konsep dwifungsi TNI muncul di tahun 1958 oleh Abdul Haris Nasution, kemudian dwifungsi tersebut digunakan Soeharto hingga lengser pada taun 1998 kemudian dibubarkan oleh Gus dur pada masa jabatannya.

Fungsi dari dwifungsi ini memberikan akses kepada TNI tidak hanya sebagai alat pertahanan militer negara namun juga dapat menjadi alat pengatur negara. Itu artinya dapat mencampuri urusan sipil dan dikhawatirkan mengikis nilai demokrasi di Indonesia.

Walaupun memang, di atas kertas dwifungsi ini lahir dilatarbelakangi sikap nasionalisme. Namun, dalam kenyataannya konsep ini menjadi sistem yang tidak transparan dalam pemerintahan Indonesia, bayangkan saja dari Walikota, bupati, pemerintah provinsi, peradilan tinggi, menteri hingga kepala perusahaan milik negara diisi oleh tentara.

Dah Tahu Ini ?  Malam Natal Di Loudres, Sebatik Indonesia

Karena pemerintahan dipimpin oleh orang-orang yang memegang senjata, sikap kepemimpinan dianggap terlalu keras saat mencampuri urusan sipil. Ya, gimana lagi, wong ditodong senjata gimana gak iya-iya aja jadi rakyat.

Hal inilah yang ditakutkan apalagi saat Dewan Perwakilan Rakyat yang menyuarakan suara rakyat seperti ikut andil dalam melanggengkan revisi UU TNI. Alih-alih menolak, malah diam-diam rapat di hotel berbintang yang mahal di tengah badai efisiensi. Secara tertutup lagi. bukan cuma itu, rapat ini digelar tidak di jam kerja dan juga di hari libur. Seperti karyawan teladan yang ambius dengan pencapaian target.

Dari naskah akademis yang seliweran di media sosial, revisi ini di titik beratkan pada bagaimana caranya anggota TNI aktif bisa menjabat dalam sektor supremasi sipil, seperti yang bisa kita baca di bawah ini:

Namun, dilansir dari Kompas.tv (16/03/25) Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia membantah dan berjanji bahwa pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) TNI tidak akan mengembalikan dwifungsi TNI yang dikhawatirkan oleh masyarakat.

Dah Tahu Ini ?  Hand Sanitizer atau Air dan Sabun?

Hmmm, sepertinya rakyat akan percaya banget sama bantahan ini, yang sudah-sudah seperti Omnibus Law melenggang mulus di tengah kontroversinya tapi tetap disahkan juga. Sekarang, rakyat bingung mau percaya sama siapa. Gelap banget ini negara.

Sepertinya mendengarkan lagu-lagu era Iwan Fals di zaman orde baru akan selalu relate ke depannya.

Isi kepala di balik topi baja
Semua serdadu pasti tak jauh berbeda
Tak peduli perwira bintara atau tamtama
Tetap tentara.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Kalimantan Utara menyalurkan 350 paket daging qurban secara presisi kepada masyarakat yang membutuhkan serta para relawan penggerak program makan bergizi gratis di Kota Tarakan, Rabu (27/5/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk penguatan solidaritas sosial sekaligus stimulus bagi sektor peternakan lokal di wilayah perbatasan.
Umum

BPD HIPMI Kaltara Salurkan Daging Qurban Lokal untuk 350 Warga dan Relawan Gizi

TARAKAN — Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Kalimantan...

Hari Raya Idul Adha selalu membawa pesan mendalam tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian antar sesama. Bagi Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kalimantan Utara (Kaltara), Sayid Khairul Umar, momentum besar ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah alarm pengingat bagi generasi muda untuk memperkuat kesalehan sosial.
Umum

Memaknai Idul Adha, Ketua AMPG Kaltara: Momentum Perkuat Kepedulian Sosial dan Solidaritas Pemuda

TANJUNG SELOR — Hari Raya Idul Adha selalu membawa pesan mendalam tentang...

Pimpinan Daerah Kolektif Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (PDK Kosgoro) 1957 Provinsi Kalimantan Utara secara resmi melantik kepengurusan baru tingkat Kabupaten Malinau beserta pengurus di tingkat kecamatan, Minggu (17/5). Pelantikan ini menandai langkah konsolidasi politik organisasi sayap Partai Golkar tersebut sekaligus upaya memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dalam mengawal program pembangunan di "Bumi Intimung".
Umum

Kosgoro 1957 Malinau Dilantik, Fokus pada Sinergi Politik dan Pembangunan Daerah

MALINAU — Pimpinan Daerah Kolektif Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (PDK Kosgoro)...

Senator Kalimantan Utara, Herman alias Kemper, menegaskan pentingnya perlindungan hak masyarakat dalam pelaksanaan proyek strategis nasional di daerah. Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI di Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Jumat (10/4/2026).
PemerintahanUmum

Herman Kemper: Negara Tak Boleh Abaikan Hak Warga dalam Proyek KIPI

TANJUNG SELOR — Senator Kalimantan Utara, Herman alias Kemper, menekankan pentingnya perlindungan...