TANJUNG SELOR – Festival musik tahunan Musikalamfest 2K26 dipastikan kembali digelar pada 25–26 September 2026 di Taman Enggang, Tanjung Selor. Tahun ini menjadi momentum istimewa karena festival yang lahir dari semangat komunitas seni lokal tersebut memasuki usia 10 tahun atau satu dekade penyelenggaraan.
Memasuki perjalanan satu dekade, Musikalamfest tidak hanya dikenal sebagai panggung hiburan, tetapi telah berkembang menjadi ruang ekspresi seni, budaya, kreativitas anak muda, sekaligus penggerak ekonomi kreatif dan UMKM di Kabupaten Bulungan.
Dukungan penuh pun datang dari Pemerintah Kabupaten Bulungan. Bupati Bulungan, Syarwani, menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Musikalamfest agar berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Musikalamfest telah menjadi bagian dari kreativitas anak muda Bulungan. Pemerintah Kabupaten Bulungan siap mendukung agar pelaksanaannya berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Syarwani.
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal serta memperkuat kolaborasi antara komunitas kreatif dan pemerintah daerah.
Ketua Musikalamfest 2K26, Andi Rully Priananda atau yang akrab disapa Nando, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dengan Bupati Bulungan, pihak panitia membahas keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan festival.
Ia menyebut, Syarwani tidak hanya memberikan dukungan secara moral, tetapi juga siap masuk dalam struktur kepanitiaan sebagai Dewan Pembina Musikalamfest 2K26.
“Bupati mendukung penuh kegiatan Musikalamfest dan siap masuk ke dalam struktur kepanitiaan menjadi Dewan Pembina Musikalamfest 2K26 sebagai langkah serius dalam mendukung event ini,” kata Nando.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan berbagai kendala serta capaian yang telah dilalui selama proses persiapan festival tahun ini.
Nando mengaku dukungan dari kepala daerah menjadi energi positif bagi komunitas seni yang selama ini konsisten menjaga eksistensi Musikalamfest.
“Kami tentunya sangat senang mendapatkan dukungan dari Bupati. Kami meyakini kepala daerah yang mau merangkul komunitas seni seperti kami ini ke depannya akan menciptakan ekosistem kreatif yang bersifat positif,” ujarnya.
Memasuki usia ke-10 tahun, Nando berharap Musikalamfest terus menjadi ruang tumbuh bagi seni dan budaya asli Bulungan maupun Kalimantan Utara.
“Semoga event ini bisa terus menjadi ruang gerak dan ekspresi bagi seni dan budaya asli Kabupaten Bulungan maupun Kalimantan Utara. Kami meyakini sesuatu yang dilahirkan melalui ketulusan akan tumbuh menjadi sesuatu yang bermanfaat. Musikalam bukan hanya tentang bagaimana kami menyelenggarakan sebuah pertunjukan, Musikalam tahun ini sudah menjadi identitas kami, Musikalam itu sendiri,” tuturnya.
Kembali ke Alam
Saat ditanya mengenai konsep spesial pada perayaan satu dekade Musikalamfest, Nando mengungkapkan bahwa panitia mengusung tema “Back to Nature” atau kembali ke alam.
Konsep tersebut dipilih setelah menerima berbagai masukan dari para penikmat Musikalamfest yang menginginkan festival kembali pada ruh awalnya.
“Setelah mendapatkan masukan dari beberapa penikmat Musikalam, kami memutuskan untuk mengembalikan Musikalam ke konsep awal agar dapat menjaga marwah dari kegiatan ini,” jelasnya.
Panitia berencana memaksimalkan nuansa yang menyatu dengan alam dengan meminimalisir penggunaan peralatan modern tanpa mengurangi kenyamanan penonton maupun para musisi yang akan tampil.
Konsep detail festival masih terus dimatangkan bersama tim kreatif. Namun satu hal yang pasti, perayaan satu dekade Musikalamfest akan menjadi momentum untuk mengingat kembali akar lahirnya festival yang kini telah menjelma menjadi salah satu identitas seni dan budaya di Bulungan.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan antusiasme komunitas kreatif, Musikalamfest 2K26 diharapkan menjadi perayaan satu dekade yang tidak hanya meriah, tetapi juga memperkuat posisi Bulungan sebagai rumah bagi kreativitas dan budaya lokal.
Leave a comment