TARAKAN — Pelaksanaan Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026 mencatatkan hasil signifikan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah perbatasan. Sinergi lintas sektor yang digalang Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara berhasil mendorong lonjakan omzet UMKM halal, pembiayaan syariah, hingga tingkat literasi masyarakat yang melampaui rata-rata nasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Hasiando G. Manik, mengungkapkan bahwa total omzet UMKM halal selama rangkaian kegiatan—mulai dari Road to KaShaFa hingga puncak acara—mencapai Rp 4,163 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan pesat sebesar Rp 1,564 miliar dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.
“Ini menunjukkan adopsi digital di Kaltara semakin kuat. Penggunaan QRIS dalam festival ini bahkan telah melampaui 80 persen dari total transaksi,” ujar Hasiando di Tarakan.
Akselerasi Ekosistem Halal dan Pembiayaan
Di sisi pengembangan usaha, sebanyak 182 UMKM telah difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi halal hingga April 2026. Langkah strategis ini dilakukan guna memenuhi target nasional kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026 mendatang.
Sektor pembiayaan syariah juga menunjukkan performa yang melampaui ekspektasi:
- Realisasi Pembiayaan: Melalui Pojok Pembiayaan Syariah, penyaluran dana mencapai Rp 5,73 miliar.
- Pencapaian Target: Angka tersebut setara dengan 191 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 3 miliar.
- Kolaborasi Lembaga: Keberhasilan ini didukung oleh sinergi berbagai lembaga seperti Bank Syariah Indonesia, Bank Muamalat Indonesia, Pegadaian Syariah, serta BPD Kaltimtara beserta unit syariahnya.
Literasi Unggul dan Potensi Ekspor
Salah satu catatan paling impresif adalah indeks literasi ekonomi syariah Kalimantan Utara yang menembus angka di atas 75 persen. Capaian ini jauh berada di atas rata-rata nasional yang berada di angka 43,42 persen. Peningkatan pemahaman ini merupakan hasil dari edukasi masif, termasuk melalui Festival Literasi Ekonomi Syariah yang melibatkan lebih dari 500 peserta.
Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kalimantan Utara kini didorong untuk memanfaatkan peluang ekspor produk halal ke Malaysia. Peluang ini terbuka lebar seiring adanya kerja sama pengakuan sertifikasi halal antarnegara.
Dimensi Sosial dan Pengendalian Inflasi
KaShaFa 2026 tidak hanya berfokus pada sektor komersial, tetapi juga menyentuh aspek sosial melalui “Gerakan Kaltara Berwakaf Produktif” bersama Badan Wakaf Indonesia. Dana yang terkumpul disalurkan melalui Islamic Center Tarakan untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekowisata.
Selain itu, untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi, festival ini juga menghadirkan pasar sembako murah melalui kolaborasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Puncak acara yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala beserta jajaran Forkopimda ini ditutup dengan tabligh akbar bersama Ustad Das’ad Latif. Rangkaian panjang kegiatan yang dimulai sejak Maret 2026 ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Leave a comment