Home Umum Tak ada yang abadi selain jalan di depan Yonif 613
Umum

Tak ada yang abadi selain jalan di depan Yonif 613

Share
Share

[dropcap size=big]J[/dropcap]ika berbicara soal keabadian, tak ada yang abadi di dunia ini, karena semua yang tercipta akan hilang. Menjadi abadi hal yang muskil, sebabnya dari dulu manusia selalu mencari cara untuk bertahan hidup selama-lamanya. Namun, waktu tetap jadi musuh utama dari segala cara menuju keabadian.

Sebaliknya jika melihat Jalan aki balak (depan Yonif 613), sepertinya abadi. Kerusakannya. Jalan ini sepertinya memiliki durasi yang sama dengan terurainya plastik, namun bisa jadi lebih lama karena sikap acuhnya pemerintah.

Jalan Di depan Yonif 613, Tarakan, rusak karena tidak adanya irigasi yang baik. Jadi jika hujan jadi becek kan? ditambah di sisi jalan, ada bukit yang dibabat habis untuk pembuatan bata merah. Dalam kondisi hujan, Jalan ini pasti banjir dengan material pasir, alhasil aspal jadi rusak karena tertimbun pasir dari bukit yang dibabat tersebut. Dalam kondisi kering, jalan itu malah kayak gurun pasir. Tapi ditambah dengan badai pasir, hasil dari truk-truk besar lewat di jalan tersebut. Debunya Masyallah..

Dah Tahu Ini ?  Bagaimana jika Nia Ramadhani tinggal di Tarakan?

Kondisi yang dijelaskan di atas, sudah berlangsung lama, sejak saya duduk di bangku SMA, karena hampir tiap hari jalan itu saya lewati. Sekarang sudah sekitar 13 tahun, kondisi jalan masih sama. Bahkan sekarang makin parah, karena aspalnya sudah berlubang besar. Beberapa kali pucuk pemerintahan berganti, tapi kondisi jalan tetap sama. Abadi.

Ada beberapa solusi yang dilakukan pemerintah, seperti mengeruk jalan setelah banjir dengan alat berat. Tapi hujan di kota tarakan tidak bisa diprediksi, hari ini dikeruk besok sudah banjir lagi. Kondisi ini terus berulang-ulang. Masyarakat hanya bisa mengeluh, tidak ada jalan keluar yang pasti. Jalan ini adalah akses utama untuk menuju arah Juwata, bisa dibilang jalan ini adalah jalur ekonomi untuk daerah pinggiran kota tapi tidak jadi prioritas pemerintah kota.

Harusnya sih pemerintah wajib menghentikan kegiatan pembuatan batu bata di sisi jalan. Karena material pasir yang turun ke jalan merugikan banyak orang. Namun, nyatanya sampai saat ini kegiatan usaha tersebut masih saja beroperasi. Sepertinya sulit sekali dihentikan, mungkin karena memang pemerintah kota tidak peduli, atau bisa saja pemerintah sebenarnya peduli tapi ada yang membatasi. Tapi kan.. ah sudahlah.

Dah Tahu Ini ?  Olok-olokan faktor kesuksesan Tiktok

Atau tawaran opsi solusi lainnya adalah, jalan aki balak di depan 613 dibuatkan saja kereta gantung atau dibikin saja jembatan gantung, atau apa saja jalan yang menggantung yang menhubungkan kota tarakan ke bulan. Jadi jika kita bosan dengan kota ini, kita bisa berwisata ke bulan lewat jalan ini. Solusi ini bodoh memang, tapi tidak kalah bodoh kok dengan cara pemerintah kota selama ini mengatasi Jalan aki balak di depan Yonif 613.

Selamat tahun baru 2020.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Senator Kalimantan Utara, Herman alias Kemper, menegaskan pentingnya perlindungan hak masyarakat dalam pelaksanaan proyek strategis nasional di daerah. Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI di Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Jumat (10/4/2026).
PemerintahanUmum

Herman Kemper: Negara Tak Boleh Abaikan Hak Warga dalam Proyek KIPI

TANJUNG SELOR — Senator Kalimantan Utara, Herman alias Kemper, menekankan pentingnya perlindungan...

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Tarakan mendirikan Posko Gotong Royong Mudik Lebaran Tahun 2026.
Umum

PDI Perjuangan Tarakan Dirikan Posko Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan SDF

TARAKAN - Sebagai kepedulian terhadap masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, Dewan...

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara menggelar kegiatan Ramadhan SIAP QRIS yang dirangkai dengan kajian dan buka puasa bersama Hanan Attaki. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026.
EkbisUmum

Empat Ribu Jamaah Hadiri Ramadhan SIAP QRIS di Tarakan

TARAKAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara menggelar kegiatan SIAP...

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Baznas Kota Tarakan dan Pemerintah Kota Tarakan resmi melaksanakan Kick Off Road to Kalimantan Utara Sharia Festival (KaShaFa) 2026. Mengusung tema “Berkah Ramadhan sebagai Penggerak Perekonomian Masyarakat”, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju puncak KaShaFa yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
EkbisUmum

BI Kaltara Kick Off Road to KaShaFa 2026, Target Transaksi UMKM Rp3 Miliar

TARAKAN  — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Baznas...