TARAKAN — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas BPD HIPMI Kaltara bersama Yayasan Sadewa Pejuang Bergizi mulai menunjukkan hasil nyata. Di awal November ini, empat dapur MBG telah resmi beroperasi dan menyalurkan makanan bergizi kepada hampir 4.000 anak sekolah, Senin (3/11/25).
Tiga dapur berlokasi di Kota Tarakan, masing-masing di SPPG Juata Kerikil, SPPG Pasir Putih, dan SPPG Kampung Baru. Sementara satu dapur lainnya beroperasi di Jalan Kedondong, Tanjung Selor.
Sesuai dengan petunjuk teknis terbaru, pada minggu pertama setiap dapur diizinkan memproduksi maksimal 1.000 porsi makanan per hari. Totalnya, sekitar 4.000 penerima manfaat kini dapat menikmati makanan bergizi hasil olahan para relawan dan pelaku usaha muda HIPMI Kaltara.
Ketua Yayasan Sadewa Pejuang Gizi sekaligus Ketua BPD HIPMI Kaltara, Ade Kurniawan menjelaskan, program ini akan terus diperluas setiap minggunya.
“Kami menargetkan peningkatan penerima manfaat hingga 500 orang setiap minggu, sampai mencapai 3.000 tambahan penerima,” ujarnya.
Selain peningkatan jumlah penerima, tim juga tengah menyiapkan dokumen Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) agar seluruh proses produksi makanan tetap memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Anak-Anak Antusias Menunggu Makanan Bergizi
Di lapangan, antusiasme anak-anak penerima manfaat begitu terasa. Banyak siswa yang datang ke sekolah lebih awal dan menunjukkan semangat belajar lebih tinggi karena tahu akan mendapatkan makanan bergizi secara gratis.
“Sekarang anak-anak datang lebih rajin. Mereka semangat karena menunggu giliran makan. Suasananya jadi lebih ceria,” kata salah satu guru di SPPG Pasir Putih.
Tak hanya menumbuhkan motivasi belajar, program MBG juga menciptakan rasa kebersamaan di antara para siswa. Momen makan bersama menjadi waktu yang dinanti karena menghadirkan kehangatan dan perhatian dari para penyelenggara.
Selain itu, variasi menu yang berbeda setiap hari — mulai dari lauk ayam, sayur segar, hingga buah lokal — menambah semangat anak-anak. Mereka penasaran menunggu menu berikutnya, sekaligus belajar pentingnya asupan makanan bergizi.
“Anak-anak merasa diperhatikan. Itu penting secara psikologis, karena membuat mereka bangga dan lebih percaya diri di sekolah,” tambahnya.
Melalui program ini, HIPMI Kaltara bersama Yayasan Sadewa Pejuang Bergizi berharap semangat kolaborasi ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana sektor usaha muda dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan gizi dan pendidikan anak-anak di daerah.
Leave a comment