TANJUNG SELOR — Musyawarah Daerah (Musda) Ke-11 Partai Golongan Karya Kabupaten Bulungan yang digelar di Hotel Luminor secara resmi ditutup pada Jumat (26/6/2026) di Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Momentum konsolidasi ini menandai babak baru strategi kepartaian di wilayah perbatasan, dengan penekanan pada target yang lebih terukur dan realistis dalam menghadapi lanskap politik masa depan.
Dalam forum tertinggi tingkat kabupaten tersebut, H. Riyanto secara resmi terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bulungan untuk masa bakti 2026–2031. Proses suksesi kepemimpinan yang berjalan kondusif dari 10 kecamatan ini diharapkan menjadi modal stabilitas internal organisasi guna menghadapi transisi politik elektoral mendatang.
Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Utara Syarwani, dalam pidato penutupan Musda, menekankan pentingnya reposisi orientasi politik partai. Mengutip pesan dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal, Syarwani menginstruksikan jajarannya untuk meninggalkan retorika kemenangan yang abstrak dan beralih ke target capaian kuantitatif yang jelas.
”Kata Pak Sekjen, saya dititipkan tadi, kalau pernyataan Pak Ketua Umum, Pak Bahlil, kita tidak mengatakan kita menang. Janji kita adalah meningkatkan kursi pada Pemilu 2029 dan Pemilu 2031,” ujar Syarwani di hadapan ratusan kader dan pimpinan organisasi sayap serta hastakarya kepartaian.
Strategi ini menunjukkan perubahan paradigma kepemimpinan di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut, yang kini lebih mengutamakan penguatan basis parlemen ketimbang klaim dominasi politik yang tidak terukur. Syarwani menegaskan, penambahan kursi di parlemen—baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat—merupakan indikator paling valid dari kepercayaan publik sekaligus ukuran kejayaan partai yang sesungguhnya.
Sejalan dengan arah taktis kepengurusan tingkat provinsi, Sekretaris DPD I Partai Golkar Kalimantan Utara Adi Nata Kusuma menggarisbawahi pentingnya keselarasan gerak linier organisasi. Infrastruktur partai dari tingkat terbawah mutlak diperkuat untuk memastikan efisiensi seluruh gerakan taktis partai berjalan selaras.
”Penyelarasan gerak dari tingkat provinsi hingga ke akar rumput di tingkat kecamatan adalah kunci. Kita tidak sedang mengejar klaim kemenangan yang abstrak, melainkan fokus pada pemetaan taktis yang linier untuk mengamankan dan mendongkrak perolehan kursi legislatif secara riil di Kalimantan Utara,” ungkap Adi Nata Kusuma.
Tantangan terdekat yang harus dihadapi oleh kepengurusan baru di bawah kepemimpinan H. Riyanto adalah merumuskan langkah taktis di tengah ketidakpastian regulasi. Hingga saat ini, panduan teknis berupa peraturan perundang-undangan mengenai pelaksanaan penyelenggaraan pemilu legislatif maupun eksekutif di masa depan belum sepenuhnya rampung secara definitif.
Kendati demikian, Syarwani mengingatkan agar dinamika regulasi di tingkat pusat tidak mengendurkan kesiapan mesin partai di daerah. Konsolidasi struktural dari tingkat kabupaten hingga ke pimpinan tingkat kecamatan, organisasi sayap, serta organisasi hastakarya pendiri dan didirikan harus terus dipererat sebagai pilar utama kekuatan elektoral.
Amanat dari 10 kecamatan yang telah diletakkan dalam Musda XI ini menjadi tugas mendesak bagi pengurus baru untuk segera ditunaikan melalui kerja-kerja politik yang terstruktur. Forum kepartaian ini diakhiri dengan ketukan palu sidang sebanyak tiga kali, menandai dimulainya masa bakti kerja lima tahun ke depan dengan penegasan komitmen terhadap semangat persaudaraan yang kondusif di internal Golkar Bulungan.
Leave a comment