Sore hari yang masih terik, deru roda menggilas aspal yang perlahan mulai dingin. Hari itu, mood sedang baik-baik saja, pulang kerja tepat waktu dan tidak membawa ‘PR’ untuk dikerjakan kembali di rumah. Sempurna untuk menutup hari.
Dari siang, uang tunai di tangan memang sudah tak bersisa. Ahh, singgah ke ATM (Anjungan Tunai Mandiri) saja sekalian pulang kerja pikirku. Namun, Tuhan memang maha pembolak balik hati, dan sore itu, cobaan imanku datang dalam bentuk orang yang betah sekali menatap layar ATM.
Sesampainya di sana, antrean ATM aku lihat tidak banyak, bahkan di depanku hanya ada satu orang saja. Tidak akan lama, pikirku sambil memarkir kendaraan. Saat mengantre, satu orang di depanku bengong dengan tatapan kosong, terlihat sekali ia sedang dalam kebosanan, akhirnya aku keluarkan smartphone dan mulai menggulirkan media sosial untuk membunuh kebosanan. Menggulir, menggulir, menggulir tidak terasa sudah hampir lima menit berlalu. Menggulir lagi, Mungkin 10 menit sudah berlalu. Kok, lama, ya?
Sampai-sampai sudah ada empat orang mengantre di belakangku memasang raut muka yang sama. Kesal. Sebenarnya, ATM ini adalah ruang publik yang artinya digunakan oleh banyak orang yang memiliki kepentingan masing-masing. Maka dari itu, seharusnya kita semua sadar akan hal tersebut dan beretika serta berempati untuk menghargai kepentingan orang lain. Aturan-aturan ini memang tidak tertulis, maka dari itu aku coba tuliskan di sini, ya, siapa tau dengan membaca tulisan ini kita bisa mengamalkannya saat bertransaksi di ATM.
Pertama, persiapan dan durasi di dalam ATM
Sebelum masuk ATM atau ada niat untuk ke ATM, lebih baik persiapkan kartu ATM atau catat nomor rekening yang ingin dituju. Jadi, saat masuk ke ruangan, tidak membuat orang lain menunggu lama untuk melihatmu sibuk mencari-cari di depan mesin ATM. Selain efisien, hal tersebut juga membuat durasi transaksi lebih cepat sehingga orang lain menunggu transaksimu lebih manusiawi. Ingat, ATM bukan tempat audit keuangan tahunanmu.
Kedua, Setor dan tarik uang sewajarnya
Jangan berlebihan untuk menarik dan menyetor uang di ATM, apalagi dengan antrean yang mengular. Simpan dulu uang berpuluh jutamu itu, selain tidak aman juga tidak efisien untuk menyetorkannya di ATM. Lebih baik menyetorkan lewat teller di Bank dengan pelayanan yang ramah dan ruang tunggu yang nyaman.
Ketiga, Manfaatkan internet atau mobile banking
Jika transaksimu bisa dilakukan di internet atau Mobile banking, aku mohon lakukan hal tersebut di sana. Tidak perlu mengantre, bisa sambil jungkir balik, dan tentu lebih praktis.
Keempat, Lakukan maksimal dua kali transaksi saja
Memang hal ini tidak tertulis, namun jika kalian bertransaksi di ATM maksimalkan dua kali transaksi saja, jika ingin lebih, maka keluarlah dan mengantre kembali. Ini adalah bentuk menghargai waktu orang lain yang mungkin saja juga diburu urusan rumah. Lagian, berlama-lama di depan mesin ATM untuk apa sih? transfer uang ke semua orang di seluruh dunia? atau nonton daily vlog di Youtube?
Pada akhirnya, bagaimana bersikap di depan mesin ini mencerminkan sejauh mana kita menghargai dan berempati terhadap waktu dan kepentingan orang lain. Semua orang memiliki kepentingan yang sama, namun dengan tata krama dan etika membuat antrean yang membosankan menjadi lebih manusiawi.
Leave a comment