Home Ekbis Intermediasi Perbankan Kaltara Tetap Solid, Kredit Investasi Tumbuh Akseleratif 168 Persen
Ekbis

Intermediasi Perbankan Kaltara Tetap Solid, Kredit Investasi Tumbuh Akseleratif 168 Persen

Share
Fungsi intermediasi perbankan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan performa yang kokoh dan sehat pada awal tahun 2026. Bauran kebijakan makroprudensial yang akomodatif terbukti efektif mendorong perbankan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian (prudential banking). 
Share

TANJUNG SELOR — Fungsi intermediasi perbankan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan performa yang kokoh dan sehat pada awal tahun 2026. Bauran kebijakan makroprudensial yang akomodatif terbukti efektif mendorong perbankan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian (prudential banking). 

Data Bank Indonesia menunjukkan total penyaluran kredit perbankan di Kaltara pada Triwulan I-2026 bertumbuh kuat sebesar 75,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Penopang utama lonjakan kredit ini disumbang oleh komponen Kredit Investasi yang melesat sangat signifikan sebesar 168,02 persen (yoy). Di posisi kedua, Kredit Modal Kerja tumbuh stabil sebesar 35,39 persen (yoy), sementara Kredit Konsumsi tumbuh sebesar 7,04 persen (yoy). Berdasarkan sektor ekonomi, sektor industri pengolahan mendominasi penyaluran kredit dengan pangsa sebesar 44,19 persen (tumbuh 209,73 persen yoy). 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, menyatakan bahwa tingginya pertumbuhan kredit investasi mencerminkan kepercayaan pelaku usaha yang sangat tinggi terhadap prospek jangka panjang perekonomian Kaltara. Hal ini juga sejalan dengan hasil Survei Konsumen BI per Maret 2026 yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih berada di zona optimis sebesar 125,11. 

Dah Tahu Ini ?  BI Kaltara Perluas Digitalisasi Pembayaran Pelabuhan, QRIS Ditargetkan Berlaku di Pelabuhan Utama 2026

“Akselerasi kredit investasi ini menjadi modal penting bagi pembangunan kapasitas produksi daerah, hilirisasi, dan penciptaan lapangan kerja baru di Kaltara,” ungkap Hasiando. 

Kabar baiknya, ekspansi kredit yang agresif ini dibarengi dengan kualitas aset yang sangat prima. Risiko kredit perbankan di Kaltara terpantau berada dalam kondisi yang sangat terkendali. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Bruto Kaltara pada Triwulan I-2026 tercatat hanya sebesar 0,72 persen. Angka ini jauh berada di bawah threshold atau ambang batas aman yang ditetapkan secara nasional, yaitu sebesar 5 persen. Jika dibedah, NPL investasi berada di level sangat rendah yakni 0,15 persen, NPL konsumsi 1,21 persen, dan NPL modal kerja sebesar 1,63 persen. 

Di sisi lain, perbankan Kaltara masih menghadapi tantangan pada sisi penghimpunan dana. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Triwulan I-2026 mengalami kontraksi sebesar minus 2,13 persen (yoy). Penurunan ini utamanya dipengaruhi oleh merosotnya simpanan giro yang terkontraksi hingga minus 24,55 persen (yoy). Namun, pelemahan likuiditas DPK tersebut berhasil ditahan oleh simpanan tabungan masyarakat yang tetap tumbuh positif sebesar 8,57 persen (yoy) serta deposito yang tumbuh tipis 1,56 persen (yoy). Performa aset perbankan secara umum pun tetap terjaga tinggi dengan pertumbuhan sebesar 16,66 persen (yoy). 

Dah Tahu Ini ?  KaShaFa 2026: Memperkuat Rantai Nilai Halal, Memacu Ekonomi Kalimantan Utara
Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Adopsi sistem pembayaran nontunai digital di wilayah perbatasan utara Indonesia terus mengalami lompatan eksponensial. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara mencatat tren kenaikan yang signifikan pada volume dan nilai transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sepanjang periode 2023 hingga awal 2026. 
Ekbis

Ekspansi QRIS di Kalimantan Utara: Volume Transaksi Meroket, Ceruk Pasar Produktif Masih Luas

TARAKAN — Adopsi sistem pembayaran nontunai digital di wilayah perbatasan utara Indonesia...

Tingkat inflasi Gabungan Tiga Kabupaten/Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Kalimantan Utara pada April 2026 berhasil terjaga dalam kisaran target nasional, yakni di angka 2,68 persen secara tahunan (yoy). Realisasi ini menunjukkan tren penurunan atau lebih rendah dibandingkan capaian inflasi pada Maret 2026 yang sempat menyentuh angka 3,12 persen (yoy) akibat tekanan musiman Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.
Ekbis

Menjaga Stabilitas Harga di Perbatasan: Strategi Framework 4K TPID Kaltara Redam Inflasi

TANJUNG SELOR — Tingkat inflasi Gabungan Tiga Kabupaten/Kota Indeks Harga Konsumen (IHK)...

Perekonomian Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan resiliensi di tengah dinamika ketidakpastian pasar keuangan global. Pada Triwulan I-2026, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltara mencatatkan pertumbuhan tinggi sebesar 5,23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Motor penggerak utama capaian positif ini berasal dari lonjakan aktivitas di sektor konstruksi serta kinerja ekspor yang solid. 
Ekbis

Konstruksi dan Ekspor Topang Ekonomi Kaltara, Hilirisasi Jadi Kunci Pertumbuhan Berkelanjutan

TARAKAN — Perekonomian Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan resiliensi di tengah...

Pelaksanaan Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026 mencatatkan hasil signifikan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah perbatasan. Sinergi lintas sektor yang digalang Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara berhasil mendorong lonjakan omzet UMKM halal, pembiayaan syariah, hingga tingkat literasi masyarakat yang melampaui rata-rata nasional. 
Ekbis

Capaian Gemilang KaShaFa 2026: Omzet UMKM Tembus Rp 4,16 Miliar dan Literasi Syariah Kaltara Lampaui Nasional

TARAKAN — Pelaksanaan Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026 mencatatkan hasil signifikan dalam memperkuat...