Bulan Ramadan adalah bulan pengampunan dengan banyak kebaikan di dalamnya. Setiap bulan ramadan selalu memiliki kesan yang menyenangkan dari budayanya, kulinernya, sampai dengan polemiknya. Ya, seperti kebanyakan orang-orang, tidak jarang saat puasa kita kebanyakan istirahatnya daripada berkegiatan, sehingga sosial media jadi lebih banyak diakses untuk sekedar melihat-lihat sambil bermalas-malasan.
Entah algoritma seperti apa yang muncul ketika aku membuka Tiktok, banyak sekali video berseliweran bertema agama, mungkin karena bulan Ramadan pikirku. Tidak hanya konten dengan potongan ceramah yang menambah keimanan saja, pengajian yang ramai dibuka dengan music EDM serta dimeriahkan dengan sexy dancer juga berseliweran. ini bukan salah lihat ygy, ini nyata beberapa wanita berpakaian minim meliuk-liuk di atas panggung pengajian. Meriah sekali, ya, pengajiannya.
Bagaimana proses inovasinya dan tercetus hal nyentrik seperti ini dipadukan dengan keagamaan, ya? Sungguh aku penasaran dengan pola pikir inisiatornya. Sebagai awam, melihat fenomena kontradiksi ini seperti sebuah kekacauan, dalam nuraniku yang bukan ahli agama mengatakan jika ini adalah salah dan buruknya ini sesat. Jika memang ini adalah cara untuk menghilangkan kebosanan jamaah saat pengajian, aku lebih memilih jamaah mati kebosanan dari pada melakukan hal bodoh ini.
Banyak cara untuk tidak menjadi bosan salah satunya ada dengan tidak jadi bodoh atau cara mudahnya adalah dengan yang dilakukan oleh YHKC (Yogyakarta Hadrah Clan) yang memadukan rebana sebagai inti musiknya dengan Hip Hop serta instrumen modern pendukung seperti trombone, saksofon, dan drum elektrik. Yang pintarnya, dengan musik yang enak seperti ini mereka punya visi untuk mensyiarkan Islam, bersholawat, mengingatkan dan memuji keagungan Tuhan, tanpa harus menyisipkan perempuan seksi meliuk-liuk birahi di atas panggung.
Ini menurut pandangan awam saja secara kasat mata, sepertinya juga tidak butuh ahlinya untuk meminta pendapat salah atau benar karena sudah dipastikan cara ini salah. Jika sang ahli pun merasa ini benar, ini pasti ada yang salah.
Leave a comment