Home Kalimantan Utara Banjir Kembali Landa Kabudaya, Dewan Adat Dayak Agabag: Dampak Terbesar Dirasakan Masyarakat 
Kalimantan UtaraUmum

Banjir Kembali Landa Kabudaya, Dewan Adat Dayak Agabag: Dampak Terbesar Dirasakan Masyarakat 

Share
Ketua Dewan Adat Dayak Agabag, Robert Atim, menyampaikan keprihatinannya atas banjir yang kembali melanda wilayah sepanjang Sungai Sembakung di Kabupaten Nunukan.
Share

NUNUKAN – Ketua Dewan Adat Dayak Agabag, Robert Atim, menyampaikan keprihatinannya atas banjir yang kembali melanda wilayah sepanjang Sungai Sembakung di Kabupaten Nunukan.

Menurutnya, setiap kali banjir datang, masyarakat menjadi pihak yang paling terdampak, terutama dari sisi ekonomi dan aktivitas sehari-hari.

“Saat mendengar banjir, tentunya kita kasihan melihat warga. Semua transportasi lumpuh total, peredaran ekonomi tidak berjalan. Bahkan warga yang kesehariannya mencari nafkah tidak bisa bekerja karena jalan sudah terendam dan rumah pun tenggelam,” kata Robert Atim, Rabu (25/02/2026).

Ia menjelaskan, tingginya intensitas hujan, termasuk di wilayah negara tetangga, menjadi faktor utama meningkatnya debit air sungai yang kemudian berdampak langsung pada masyarakat di bantaran Sungai Sembakung.

“Intensitas hujan terutama di negara tetangga sangat tinggi, sehingga yang merasakan dampaknya adalah masyarakat kita di bantaran Sungai Sembakung,” ujarnya.

Sebagai tokoh adat, Robert menegaskan bahwa solidaritas menjadi kekuatan utama masyarakat saat menghadapi bencana.

“Sebagai masyarakat adat, kita selalu membahu-membahu bekerja sama untuk mengevakuasi warga dan memastikan mereka terhindar dari bahaya banjir, terutama anak-anak dan orang tua,” ungkapnya.

Dah Tahu Ini ?  Bagaimana jika Nia Ramadhani tinggal di Tarakan?

Ia menyebut berbagai upaya komunikasi telah dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan pihak di wilayah perbatasan. Namun hingga kini, solusi permanen belum dapat diperoleh karena faktor musim hujan dan cuaca yang tidak menentu.

“Berbagai cara sudah dilakukan, termasuk komunikasi dengan negara tetangga. Namun solusi belum didapat karena musim hujan dan cuaca yang tidak menentu,” jelasnya.

Robert berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi konkret agar masyarakat tidak terus-menerus terdampak banjir tahunan.

“Harapan masyarakat adat, pemerintah bisa memberikan solusi agar masyarakat kita terhindar dari banjir,” tegasnya.

Saat ini, dirinya mengaku terus memantau perkembangan situasi melalui komunikasi telepon dan media sosial, seraya berharap intensitas hujan segera berkurang dan air cepat surut.

“Saya memantau perkembangan lewat media sosial dan komunikasi lewat handphone, dengan harapan intensitas hujan di Malaysia bisa berkurang dan air banjir lekas surut,” katanya.

Ia menambahkan, dampak terparah dirasakan masyarakat di wilayah Sembakung karena genangan air dapat bertahan cukup lama.

“Situasi seperti ini, yang paling besar terdampak adalah masyarakat Sembakung. Kadang satu sampai dua minggu baru air surut,” tutupnya.

Dah Tahu Ini ?  Pelatihan PPPK Kaltara bukan Formalitas semata
Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kalimantan Utara

Herman Kemper Awasi Pencairan Beasiswa PIP 2026 bagi 160 Siswa SMPN 13 Tarakan

TARAKAN — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Kalimantan Utara,...

MusikUmum

Eksplorasi Solidaritas dan Keresahan Sosial dalam EP Perdana DEMOS69, “From Friends For Friends”

TARAKAN - ​Bagi sebagian orang, musik hardcore mungkin hanya terdengar seperti deru...

Kalimantan Utara

Golkar Kaltara Targetkan Konsolidasi Daerah Rampung Juli 2026

TARAKAN — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan...

Kalimantan Utara

Musda 6, Golkar Instruksikan Fraksi Kawal Penuh Kebijakan Wali Kota

​TARAKAN — Dinamika politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Kota...