Home Kalimantan Utara Senator Herman Kemper Serap Aspirasi Komunitas Anime Lover Tarakan
Kalimantan Utara

Senator Herman Kemper Serap Aspirasi Komunitas Anime Lover Tarakan

Share
Subkultur pop Jepang kini tidak lagi sekadar menjadi tontonan layar kaca di wilayah perbatasan utara Indonesia. Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas Creahigh mulai berani mengekspresikan diri dengan mereplikasi karakter-karakter anime favorit mereka ke ruang publik. Namun, dibalik riasan wajah yang tebal dan pakaian yang penuh warna, mereka tetap harus berhadapan dengan tembok tebal berupa stigma negatif dan minimnya ruang ekspresi yang aman.
Share

TARAKAN — Subkultur pop Jepang kini tidak lagi sekadar menjadi tontonan layar kaca di wilayah perbatasan utara Indonesia. Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas Creahigh mulai berani mengekspresikan diri dengan mereplikasi karakter-karakter anime favorit mereka ke ruang publik. Namun, dibalik riasan wajah yang tebal dan pakaian yang penuh warna, mereka tetap harus berhadapan dengan tembok tebal berupa stigma negatif dan minimnya ruang ekspresi yang aman.

​Eksistensi seni adaptasi karakter ini mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang diselenggarakan di Gedung Sri Tower, Kota Tarakan, Rabu (17/6/2026) siang. Kehadiran para pegiat seni kostum dari komunitas Creahigh di tengah forum formal yang dikemas bersama agenda penyerapan aspirasi masyarakat oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Dapil Kalimantan Utara membawa warna tersendiri. Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa dinamika serta arah baru industri kreatif anak muda di Bumi Benuanta kian beragam dan inklusif.

Dah Tahu Ini ?  Wagub Ingkong Ala Panen Perdana Padi Lokal, Dorong Peningkatan Ketahanan Pangan di Kaltara

​Perwakilan Komunitas Creahigh Tarakan, Cosva, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi para cosplayer lokal saat ini adalah minimalnya wadah resmi atau panggung untuk unjuk gigi. Ketiadaan ruang ini membuat aktivitas mereka sering kali dipandang sebelah mata atau dinilai aneh oleh sebagian masyarakat.

​”Harapan kami sebenarnya sederhana, kami ingin diberikan kesempatan dan panggung untuk tampil di berbagai acara daerah. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mengenal apa itu cosplay dan melihat sisi positif dari hobi ini,” ujar Cosva.

​Lebih lanjut lagi, Cosva tidak menjelaskan bahwa kostum yang mereka kenakan terkadang memicu kesalahpahaman. Kerap kali muncul pandangan miring dari sebagian kalangan masyarakat yang penampilan mereka dengan hal-hal negatif. Oleh karena itu, kehadiran panggung resmi yang disediakan oleh pemerintah atau lembaga terkait yang dinilai menjadi solusi krusial untuk mengikis stigma tersebut, sekaligus memberikan jaminan rasa aman bagi para anggota komunitas Creahigh saat berekspresi.

​Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPD RI Dapil Kaltara, Herman, menyatakan kekagumannya atas keberanian dan kreativitas anak-anak muda di Tarakan. Menurutnya, fenomena penolakan atau pandangan skeptis dari masyarakat merupakan konsekuensi wajar dari sebuah pergeseran budaya yang masih tergolong baru di daerah.

Dah Tahu Ini ?  Bersama Unhas Pemprov Kaltara Komitmen wujudkan kemajuan daerah

​”Secara pribadi saya sangat bangga. Audiens yang hadir dalam dialog ini sangat multikultural, menampilkan karakter komunitasnya masing-masing. Ini keren,” kata Herman.

Saya menilai, perbedaan geliat cosplay di Tarakan dengan kota-kota besar di luar Kalimantan terjadi karena komunitas lokal seperti Creahigh di wilayah ini baru saja terbentuk. Stigma muncul karena masyarakat belum sepenuhnya familier dan sering kali bertanya-tanya tentang esensi dari aktivitas seni kostum tersebut.

​”Kalau di kota-kota luar, komunitas seperti ini sudah sangat ramai dan hidup. Di Tarakan ini kan baru muncul, jadi wajar jika masyarakat masih asing. Ini adalah bagian dari proses. Yang terpenting adalah bagaimana komunitas ini terus berproses dan konsistensi menunjukkan kinerjanya agar bisa tumbuh menjadi besar dan diterima secara luas,” pungkas Herman.

​Pertemuan siang itu di Sri Tower menjadi sebuah refleksi penting bahwa di beranda utara negeri, ruang bagi kreativitas anak muda tidak boleh dipersempit hanya dengan ketidakpahaman. Dukungan ruang publik yang inklusif dan aman menjadi kunci agar energi positif dari komunitas Creahigh Tarakan dapat terus berkembang dan memberi warna baru bagi keragaman budaya di Kalimantan Utara.

Dah Tahu Ini ?  KIP Pertanyakan Transparansi PDAM Bulungan, Bisa di Pidana
Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kalimantan Utara

Herman Kemper Awasi Pencairan Beasiswa PIP 2026 bagi 160 Siswa SMPN 13 Tarakan

TARAKAN — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Kalimantan Utara,...

Kalimantan Utara

Golkar Kaltara Targetkan Konsolidasi Daerah Rampung Juli 2026

TARAKAN — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan...

Kalimantan Utara

Musda 6, Golkar Instruksikan Fraksi Kawal Penuh Kebijakan Wali Kota

​TARAKAN — Dinamika politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Kota...

Kalimantan Utara

Musda XI Golkar Bulungan: Target Realistis, Fokus Dongkrak Kursi Legislatif

TANJUNG SELOR  — Musyawarah Daerah (Musda) Ke-11 Partai Golongan Karya Kabupaten Bulungan...