Warga juata yang melintasi jalan Aki Balak, Tarakan utara, beberapa waktu belakangan tanpa disadari menjadi lebih tertib dalam berlalu lintas. Pasalnya, beberapa minggu ini marka jalan tersebut sudah diperbarui dan dicat kembali.
Hal ini tentu saja membuat jalan aki balak, Tarakan utara, terlihat lebih rapi dan sebagai warga yang setiap hari melewati jalan tersebut turut senang karena perubahannya.
Setiap harinya, saat melintasi dan melihat marka jalan yang baru, perasaan lebih berbunga-bunga, bagus ya sekarang jalannya dalam hati berkata. Namun, perasaan ini semu setelah baru hari ini saya sadari ternyata masih banyak jalan berlubang di jalan tersebut.
Wah, kenapa beberapa hari ini terlena dengan pesona marka jalan baru, padahal, kemulusan jalan yang lebih substansial jadi diabaikan. Ini seperti perasaan jatuh cinta, pada saat jatuh cinta kita hanya fokus pada kelebihan pasangan dan acuh pada kekurangannya. Hmmmm…
Memperbarui marka jalan adalah solusi tepat nan jenius yang ditempuh pemerintah untuk mengalihkan perhatian pada jalan berlubang. Namun, sayangnya tidak efisien menurut saya, karena dalam beberapa minggu, masyarakat sadar ternyata ini menjadi pengalih perhatian saja. Untuk itu, saya coba sarankan beberapa hal untuk ditambahkan pada marka jalannya.
Bagaimana jika selain marka jalan, di setiap jalan berlubang sediakan rambu lalu lintas besar dengan peringatan “Mohon Jalan lebih pelan, di depan masuk ke zona goyang untuk menikmati musik-musik lokal” kemudian berikan speaker terbaik (bukan sound horeg lho, ya) memutarkan karya musik lokal. Cara ini lebih efisien, terlihat mendukung dan memperkenalkan musik lokal jadi lebih dikenal luas. Saya yakin masyarakat atau pengendara yang melewati jalan akan paham jika jalan berlubang ternyata memiliki fungsi edukasi untuk mendukung karya lokal. Mantep kan?
Selain itu, setiap akhir pekan undanglah beberapa musisi atau grup band lokal melakukan pertunjukan langsung di jalan tersebut. Selain menghibur, band yang diundang pun bisa punya wadah dan penghasilan untuk mengenalkan karya mereka ke khalayak luas dan tentu saja hal ini terjadi karena dukungan pemerintah. Sekali lagi, Mantep kan?
Daripada harus memperbaiki dan mengaspal jalan berlubang saran saya di atas patut dicoba, meskipun tidak masuk akal, siapa tau bisa menjadi pemicu inovasi baru sebagai solusi jalan-jalan berlubang di Tarakan.
Ngomongin soal masuk akal, lebih masuk akal mana saran saya diatas atau jalan yang bolak-balik diperbaiki belum setahun sudah rusak lagi?
Leave a comment