Penulis: Luhur Budiman
“Berproses dan merayakannya lagi”, mungkin ini (menurut saya) adalah gambaran atau kalimat yang paling logis untuk adegan maupun gebrakan yang ada di Tarakan saat ini. Dari masa ke masa ntah kenapa dua hal itu selalu dilupakan dalam meneruskan ekosistem kolektif yang padahal membuat kita terus berada di permukaan yang suram hingga hari ini, seehhhh.
Komunitas/subkultur yang melalui proses akan selalu terhubung ke hal-hal yang semakin mewaraskan, merangkul, dan meneruskan apa yang kita yakini dalam bentuk linier.
Semakin kesini perubahan kebiasaan atau pikiran semakin cepat, belum lagi kalau kita ketemu abang abangan, orang tua lama, yang merasa paling mengalami semuanya. bikin buyar, aih payaaah lagiii (logat Selumit) hehe.
Saya pribadi tidak paham dengan konsep pengen beda sendiri, walaupun ini sudah umum di dengarkan tapi kan yang penting itu bikin aja dulu. Masalah mainstream/anti-mainstream itu soal perspektif aja. Huhh dasar hipster!!! Terjebak dalam konsep seperti ini juga terkadang membuat adegan Tarakan jadi mati.
Dan sekarang kebetulan, giatnya Punk United Tarakan yang selalu merayakan proses mereka dan berbagi kebahagiaan untuk orang-orang melalui hajatan seni. Ini juga semakin membenarkan pernyataan bahwa sebenarnya punk bukan soal pengaturan auran, mabuk sembarang ataupun tukang curi gorengan, haha. Tapi ada ideologi yang sah sah aja untuk dijalankan dalam bentuk perayaan. Perayaan yang semoga mentrigger jenis kolektif lainnya untuk membuat sesuatu yang bisa menghidupkan kota yang “smart segan maju tak mau” ini.
Sebagai penutup saya ingin menyampaikan kalau pada dasarnya Punk bukan hanya sebatas bunyi des tak des des tak, tapi soal gerakan dan gagasan untuk penerus kelak.
Leave a comment