Home Umum Olok-olokan faktor kesuksesan Tiktok
Umum

Olok-olokan faktor kesuksesan Tiktok

Share
Share

Siapa yang tidak mengenal Bowo Tiktok, Seorang bocah yang terkenal karena aplikasi asal Tiongkok ini pernah mengalami perundungan perihal meet and greetnya oleh netizen yang budiman beberapa tahun yang lalu, karena dianggap alay. Sekarang, malah sebaliknya, Tiktok kini malah semakin banyak pengguna, dan saya yakin sekali yang melakukan perundungan juga menggunakannya.

Menjilat ludah sendiri kata pepatah, perkembangan media sosial ini menjadi ancaman untuk media sosial besar seperti Facebook. Kini, netizen budiman malah tidak sungkan untuk menari-nari dan lypsinc di depan kamera smartphone mereka. Bahkan, lebih cringe dari video-video yang dibuat oleh Bowo Tiktok, lho.

Bowo Tiktok/idntimes

Diremehkan bukan berarti tidak bisa menjadi sukses, walaupun Tiktok beberapa tahun belakangan menjadi platform yang dianggap cringe namun aplikasi ini tetap saja menjadi aplikasi raksasa dengan pertumbuhan penggunanya yang cepat. Bahkan, artis-artis hollywood sudah banyak menggunakannya. Nah, jika artis hollywood sudah menggunakannya, sudah pasti, dong, artis-artis di Indonesia juga tertular untuk menggunakan aplikasi ini.

Saya membayangkan, Bowo Tiktok kini lega dan bersantai menikmati es teh bersama pacarnya, menertawai orang-orang yang menghujatnya beberapa tahun lalu.

Dah Tahu Ini ?  Politik, Fiksi dan suspensi ketidakpercayaan

Pengalaman saya saat memasang aplikasi ini dan menonton beberapa kontennya memang cukup menghibur. Bahkan, tidak terasa saya menghabiskan kurang lebih tiga jam untuk berada di aplikasi ini. Ini tandanya jika ke-alay-an adalah konten yang menjual. Dikutip dari Tirto.id, “[TikTok] adalah aplikasi yang penuh dengan orang-orang yang memposting konten aneh ke internet tanpa rasa sadar diri atau rasa malu. [Konten ini] mudah untuk diolok-olok, tapi itu juga yang mungkin membuat TikTok sukses”

Kini, orang-orang malah berlomba-lomba untuk jadi alay di aplikasi ini dan menjual konten mereka untuk terkenal. Asik kan? Mungkin lebih baiknya, sebelum fokus menjadi selebtiktok, sungkem dululah sama Bowo Tiktok sang masterpiece yang dulu kalian hujat. HEHEHEHE

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman berbunga melalui media sosial kian meluas di Kota Tarakan. Berdasarkan data terbaru dari tim penasihat hukum korban, total kerugian yang dialami masyarakat kini ditaksir mencapai lebih dari Rp1,2 miliar dengan puluhan korban yang terjebak dalam skema tersebut.
HukrimUmum

Kasus Investasi Bodong di Tarakan Menggurita: Korban Capai Puluhan Orang, Total Kerugian Terdeteksi Tembus Rp1,2 Miliar

TARAKAN — Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman...

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Tarakan menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk normalisasi keterlibatan institusi kepolisian dan aparat keamanan di dalam ruang akademik. Ruang kuliah dan mimbar akademik dinilai harus tetap steril dari intervensi kekuasaan demi menjaga perannya sebagai benteng terakhir kritik sosial dan demokrasi.
Umum

LMND Tarakan Tolak Normalisasi Kehadiran Polisi di Dalam Kampus

TARAKAN — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Tarakan menyatakan sikap...

Sari Yuliati secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 periode 2026–2031. Keputusan tersebut diambil secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) Kosgoro 1957 yang berlangsung dinamis di Jakarta.
Umum

Sari Yuliati Terpilih Aklamasi, Kosgoro 1957 Kaltara Titipkan Agenda Perbatasan

JAKARTA - Sari Yuliati secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat...