Home Umum Mengapa Semakin Dewasa Kita Semakin Punya Sedikit Teman?
Umum

Mengapa Semakin Dewasa Kita Semakin Punya Sedikit Teman?

Share
Ilustrasi Pertemanan (Unsplash/Helena Lopes)
Ilustrasi Pertemanan (Unsplash/Helena Lopes)
Share

Tidak ada yang lebih menyenangkan saat punya teman yang bisa diandalkan. Yang karenanya, kamu merasa tak masalah jika hidupmu mulai berantakan. Teman yang bisa selalu menawarkan pertolongan, bahkan saat tak diminta. Yang mampu mengingatkan dengan caranya, saat merasa kita sudah mulai kelewatan.

Rasa-rasanya juga menenangkan punya teman yang selalu bisa dimintai bantuan. Dalam segala kondisi dan cuaca, dalam segala bentuk dan rupa, dalam cara yang paling serius atau konyol sekalipun.

Mungkin pola pertemanan kita memang mengalami perubahan. Dan semakin dewasa, kita semakin mengerti sekaligus pelan-pelan memberi makna pada sebuah pertemanan.

Waktu kecil, kita berteman dengan banyak orang. Arti pertemanan di fase ini adalah kesenangan. Di mana kita tak terlalu ambil pusing dengan segala hal yang menyertainya, sepanjang itu menyangkut kesenangan. Tak masalah jika hari ini bertengkar atau bahkan pukul-pukulan, karena umur perselisihan itu tak akan panjang. Toh, besok juga sudah baikan.

Saat remaja, pilihan berteman jadi semakin beragam. Kita jadi punya referensi dan cara menjalin pertemanan. Pada masa ini, arti pertemanan bisa jadi adalah tantangan. Melalui teman, kita mencobai hal-hal baru, menantang dunia, bermusuhan dengan apa dan siapa saja, mencicipi eksplorasi pencarian jati diri, hingga berakhir menertawakan diri sendiri.

Dah Tahu Ini ?  Operasi Psikologis dan Aktor yang Bersembunyi dibalik Pengirim Kepala Babi di Kantor Tempo

Ujian solidaritas sedang deras-derasnya di fase ini. Atas nama pertemanan, kita bisa membangun apa saja. Termasuk juga merusak apa saja. Mungkin pertemanan di fase ini adalah yang paling luas spektrum pemaknaannya. Mulai dari yang konstruktif hingga yang paling destruktif sekalipun. Pada fase ini pula, kelak kita akan mengingat-ingat betapa membahagiakannya punya teman.

Yang agak rumit adalah fase dewasa. Saya benci menganggap diri saya ada di fase ini, tapi apa boleh buat, di sinilah saya sekarang.

Pada titik ini, lingkaran pertemanan cenderung semakin sedikit. Jika pada dua fase sebelumnya punya banyak teman adalah prestasi dan kebanggaan, sekarang dua hal itu tidak terasa. Kalaupun terasa, mungkin kita tidak menganggap sebagai sebuah prestasi yang bisa dibanggakan. Kita dan orang-orang yang kita anggap teman akan saling menyeleksi, mana yang pas dianggap sebagai teman, mana yang bukan. Tentu saja ukuran dan cara menyeleksinya beda-beda tiap orang.

Berbekal pengetahuan dan pengalaman, mungkin juga sedikit ke-sok-tahuan, kita memulai petualangan memilah-milah: mana teman yang sejalan mana yang cuma pelarian, mana yang bisa diandalkan, mana yang cuma datang saat butuh bantuan. Apapun itu, kita mulai terbiasa dengan seleksi teman.

Dah Tahu Ini ?  Indonesia dan sejuta sensasi
Ilustrasi Pertemanan (Unsplash/Helena Lopes)
Ilustrasi Pertemanan (Unsplash/Helena Lopes)

Bagaimanapun, yang tak boleh dilupakan bahwa hubungan pertemanan adalah interaksi sosial. Hukumnya selalu sama: nilai apa yang bisa kita tawarkan dalam membangun dan menjaga hubungan itu. Jika sewaktu kecil kita bertukar kesenangan, dan di waktu remaja kita bertukar tantangan, maka saat dewasa kita bertransaksi dan bernegosiasi soal tujuan. Mana yang bisa mendukung kita sampai tujuan dan mana yang tidak.

Karena sudah di fase dewasa, kita memang saling menyeleksi. Atau bisa jadi sebaliknya, karena kita semakin menyeleksi teman maka kita ada di fase dewasa. Dan sudah barang tentu, yang namanya seleksi pasti ada yang dipertahankan sekaligus disisihkan. Karena polanya demikan, kita pelan-pelan akan sadar bahwa kadang kita masuk kategori yang dipertahankan kadang juga sebaliknya. Kadang sifatnya sementara, kadang juga untuk selamanya. Tidak masalah, karena kita pun sedang melakukan proses itu.

Dengan pola pertemanan fase dewasa yang rumit dan penuh pertimbangan transaksional seperti itu, maka mungkin terjawablah sebuah pertanyaan: Mengapa semakin dewasa kita semakin punya sedikit teman.

Dah Tahu Ini ?  Anxiety Aparat Tarakan: ‘Melanggengkan’ Aktivitas Ilegal, Fobia dengan Bendera One Piece

Dengan sedikitnya teman yang dimiliki sekarang, kita jadi merasa pertemanan justru semakin intim dan mendalam. Kita memberi makna pada pertemanan: bahwa kita siap melalukan banyak hal untuk menolong teman, sebagai usaha menjaga dan mempertahankan. Tentu saja di titik ini semua proses itu kita lakukan dalam rasionalitas orang dewasa, bukan kesembronoan khas remaja.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman berbunga melalui media sosial kian meluas di Kota Tarakan. Berdasarkan data terbaru dari tim penasihat hukum korban, total kerugian yang dialami masyarakat kini ditaksir mencapai lebih dari Rp1,2 miliar dengan puluhan korban yang terjebak dalam skema tersebut.
HukrimUmum

Kasus Investasi Bodong di Tarakan Menggurita: Korban Capai Puluhan Orang, Total Kerugian Terdeteksi Tembus Rp1,2 Miliar

TARAKAN — Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman...

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Tarakan menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk normalisasi keterlibatan institusi kepolisian dan aparat keamanan di dalam ruang akademik. Ruang kuliah dan mimbar akademik dinilai harus tetap steril dari intervensi kekuasaan demi menjaga perannya sebagai benteng terakhir kritik sosial dan demokrasi.
Umum

LMND Tarakan Tolak Normalisasi Kehadiran Polisi di Dalam Kampus

TARAKAN — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Tarakan menyatakan sikap...

Sari Yuliati secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 periode 2026–2031. Keputusan tersebut diambil secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) Kosgoro 1957 yang berlangsung dinamis di Jakarta.
Umum

Sari Yuliati Terpilih Aklamasi, Kosgoro 1957 Kaltara Titipkan Agenda Perbatasan

JAKARTA - Sari Yuliati secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat...