Home Opini Bayang-bayang kota Pendidikan 
OpiniUmum

Bayang-bayang kota Pendidikan 

Share
Selayaknya kota-kota besar lainnya di Indonesia. Tarakan dengan meyandang predikat kota pintar (smart city) sebagai pusat kota pendidikan dan pembangunan di Kalimantan Utara.
Share

Literasi Jalanan, Rizky Fauzy

Selayaknya kota-kota besar lainnya di Indonesia. Tarakan dengan meyandang predikat kota pintar (smart city) sebagai pusat kota pendidikan dan pembangunan di Kalimantan Utara.

Di tengah perkembangan ini, tidak berlebihan untuk mengamati sejauh mana peran kota yang dimaksud sebagai predikat pintar tersebut. Apakah mampu memberikan kenyataan yang terjadi kesebagaian anak-anak tidak mendapatkan akses publik? layaknya anak mereka juga perlu diperhatikan, begitupun kota yang menyandang gelar itu. Alih-alih penyeragaman sepihak dari pemerintah mungkin saja. Semoga saja tidak.

Namun, di balik kemegahanya ada cerita menyedihkan tentang ekspoloitasi pekerja anak yang saat ini marak bermunculan di pusat kota Tarakan, Pastinya banyak anak-anak kehilangan akses bermain terpaksa bekerja, melepas masa kanak-kanak mereka yang menyenangkan, bermain layaknya anak-anak sebayanya.

Di bayang-bayang pekerja anak-anak adalah sesuatu cerita menyedihkan, seharusnya di usianya yang sepatutnya mereka habiskan dengan belajar hingga bermain mengenal dunia lebih luas dengan imajinasinya mereka terpaksa bekerja.

Para pekerja anak di kota Tarakan marak mencari pundi-pundi rupiah bagaimana, jika kita mengamati lebih dekat ternyata kota Tarakan menjadi kota ramah anak, adalah sebuah kota yang pembangunan dan kebijakannya mengutamakan pemenuhan hak-hak anak, memastikan lingkungan yang aman dan mendukung, serta menyediakan layanan berkualitas untuk perkembangan anak secara optimal. 

Dah Tahu Ini ?  Adi Nata Kusuma Gelar Reses di Karang Harapan, Janji Tuntaskan Persoalan PJU dan Drainase 

Dua Predikat tersebut memberikan bagaimana kenyataan dari Kota Pintar & Ramah anak di Tarakan bayangkan saja mungkin itu sebagai romantisme keburukan yang tidak masuk akal.

Di perjalanan Literasi Jalanan Tarakan yang memasuki sembilan tahun genggamlah lebih erat, menyisiratkan bagaimana peran ruang altenatif kepada anak-anak pesisir dari kegiatan melapak baca, memberikan kesadaran berupa tindakan bagaimana ia hadir tidak serta merta menyeseragamkan anak-anak untuk mengikuti proses belajar yang pasti membosankan untuk mereka, namun jika belajar melalui pendekatan bermain, menggambar, mewarnai hal-hal yang mereka sukai dapat memberikan literasi kepada kehidupan sehari-harinya.

Dari Pesisir banyak hal mengejutkan dari anak-anak sebagain karya mereka dari melapak baca kami pamerkan bagaimana lokarya tersebut juga ruang kreatif bersama bagi anak-anak,

Juga kegiatan sembilan tahun perjalanan literasi jalanan juga mengadakan ngobrol pesisir, puisi, dari anak-anak hinga pentas musik ya tidak sebaik pestapora, ia berbekal solidaritas untuk pendidikan dan ketimpangan, dan menjadi perhatian bersama agenda solidaritas kepada kawan-kawan yang gugur memperjuangkan demokrasi 25 Agustus 2025 dengan menyalahkan lilin serentak bersama pengujung dan anak-anak. 

Dah Tahu Ini ?  Merangkum Harclifefest 2025: Festival Musik Metal yang Ramah Anak dan Bebas Asap Rokok 

Dari pesisir hingga pinggiran literasi hadir dengan tangan yang selalu mengangkulnya ia tercipta dengan memberikan pertanyaan dan kejutan kepada siapa saja.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
MusikUmum

Eksplorasi Solidaritas dan Keresahan Sosial dalam EP Perdana DEMOS69, “From Friends For Friends”

TARAKAN - ​Bagi sebagian orang, musik hardcore mungkin hanya terdengar seperti deru...

Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman berbunga melalui media sosial kian meluas di Kota Tarakan. Berdasarkan data terbaru dari tim penasihat hukum korban, total kerugian yang dialami masyarakat kini ditaksir mencapai lebih dari Rp1,2 miliar dengan puluhan korban yang terjebak dalam skema tersebut.
HukrimUmum

Kasus Investasi Bodong di Tarakan Menggurita: Korban Capai Puluhan Orang, Total Kerugian Terdeteksi Tembus Rp1,2 Miliar

TARAKAN — Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman...

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Tarakan menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk normalisasi keterlibatan institusi kepolisian dan aparat keamanan di dalam ruang akademik. Ruang kuliah dan mimbar akademik dinilai harus tetap steril dari intervensi kekuasaan demi menjaga perannya sebagai benteng terakhir kritik sosial dan demokrasi.
Umum

LMND Tarakan Tolak Normalisasi Kehadiran Polisi di Dalam Kampus

TARAKAN — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Tarakan menyatakan sikap...