Home Umum IndoXXI Serupa Robin Hood
Umum

IndoXXI Serupa Robin Hood

Share
Share

[dropcap size=big]P[/dropcap]enutupan situs IndoXXI adalah petaka bagi saya. Bagi siapa pun yang tinggal di Tarakan pasti sangat mengeluhkan hal ini. Pasalnya, cuma situs ini yang memiliki segudang film yang lumayan lengkap. Apalagi, karena aksesnya gratis.

Tentu saja ini sangat merugikan para sineas. Bukan hanya film, karya lain seperti musik, desain, dan karya kreatif lainnya juga pasti akan sangat dirugikan jika karyanya dibajak.

Banyak yang mengeluhkan, bahkan saya sendiri juga termasuk orang yang mengeluh karena penutupan situs ini. Kenapa saya mengeluh? Alasannya klasik, karena di kota Tarakan tidak ada bioskop.

Di tarakan dulu ada bioskop, Sekitar tahun 80’an tapi harus tutup di awal 90’an (seingat saya). Waktu itu saya masih kecil dalam usia belum sekolah. Hanya sekali ke sana, diajak bapak. Bioskop yang saya ingat menggunakan poster film dengan lukisan tangan ini, berada di Jalan Yos sudarso, Tarakan. Sekarang sudah jadi Tolaram Putra (Toko Sepeda dan mainan anak).

Setelah era itu, sampai detik ini pun bioskop di Tarakan masih belum ada. Belum terbangun. Sampai sekarang. oh iya, yang terbangun hanya wacananya saja.

Dah Tahu Ini ?  Tak ada yang abadi selain jalan di depan Yonif 613

Sebenarnya awal 2019 investor sudah tertarik membangun bioskop di kota ini. Jika bioskop ini jadi dibangun, maka bisa dinobatkan sebagai bioskop pertama dan satu-satunya yang ada di provinsi Kalimantan Utara. Namun, sampai saat ini masih belum ada kejelasan.

Kenapa tidak jelas, karena dikutip dari kaltara.prokal.co, pemerintah kota Tarakan memiliki pajak yang tinggi hingga 35 persen untuk bioskop. Padahal ya, Jakarta sendiri mengenakan pajak 15 persen dan kota lainnya ada yang mengenakan pajak hanya 10 persen untuk bioskop. Tentu ini jadi pertimbangan untuk manajemen XXI untuk membangun bioskop di Tarakan. Akhirnya yang digadang-gadang di media bahwa XXI sebelum pertengahan tahun 2019 akan beroperasi, sampai kini tak ada kabar.

Alhasil, situs bajakan seperti IndoXXI menjadi solusi warga Tarakan dan Kalimantan Utara untuk menonton film terbaru. Ya walau memang dengan kualitas cam yang kadang keliatan siluet kepala orang nongol, tapi cukuplah untuk tidak jadi orang yang plonga-plongo soal film. Situs IndoXXI itu seperti Robin Hood bagi saya, mencuri lalu membagikannya kepada fakir film seperti saya.

Dah Tahu Ini ?  IKAYOKU Hidupkan Kembali Spirit Alumni Yogyakarta untuk Kalimantan Utara

Pasti nanti ada yang nyeletuk, “kan Netflix ada? Hooq? dan layanan streaming film resmi lainnya. Kenapa gak pake itu aja?”

Iya memang ada, Netflix memang jadi solusi yang bagus. Sayangnya provider yang paling banyak digunakan di Kalimantan Utara atau Tarakan adalah Telkomsel. Nih catet baik-baik ya, Telkomsel. Nah lucunya, Telkomsel ini selain tarif internetnya di Kalimantan Utara mahal banget mereka juga memblokir Netflix. lengkap kan?

Provider selain Telkomsel? Ada kok. Tapi ya gitu, itu handphone gerak dikit, sinyal ilang!

Terima kasih IndoXXI sudah jadi sosok Robin Hood untuk saya dan banyak orang di Tarakan serta Kalimantan Utara!

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
MusikUmum

Eksplorasi Solidaritas dan Keresahan Sosial dalam EP Perdana DEMOS69, “From Friends For Friends”

TARAKAN - ​Bagi sebagian orang, musik hardcore mungkin hanya terdengar seperti deru...

Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman berbunga melalui media sosial kian meluas di Kota Tarakan. Berdasarkan data terbaru dari tim penasihat hukum korban, total kerugian yang dialami masyarakat kini ditaksir mencapai lebih dari Rp1,2 miliar dengan puluhan korban yang terjebak dalam skema tersebut.
HukrimUmum

Kasus Investasi Bodong di Tarakan Menggurita: Korban Capai Puluhan Orang, Total Kerugian Terdeteksi Tembus Rp1,2 Miliar

TARAKAN — Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman...

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Tarakan menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk normalisasi keterlibatan institusi kepolisian dan aparat keamanan di dalam ruang akademik. Ruang kuliah dan mimbar akademik dinilai harus tetap steril dari intervensi kekuasaan demi menjaga perannya sebagai benteng terakhir kritik sosial dan demokrasi.
Umum

LMND Tarakan Tolak Normalisasi Kehadiran Polisi di Dalam Kampus

TARAKAN — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Tarakan menyatakan sikap...