Home Hukrim Anxiety Aparat Tarakan: ‘Melanggengkan’ Aktivitas Ilegal, Fobia dengan Bendera One Piece
HukrimUmum

Anxiety Aparat Tarakan: ‘Melanggengkan’ Aktivitas Ilegal, Fobia dengan Bendera One Piece

Share
Beberapa waktu belakangan, praktik-praktik sweeping bendera One Piece gencar dilakukan oleh sejumlah aparat gabungan TNI-Polri. Hal ini menimbulkan pandangan bahwa aparat kita memiliki ketidakmampuan berarti soal melihat estetika simbol, membedakan mana sebuah ancaman yang nyata dan tidak, ketimbang melakukan penindakan aktivitas ilegal yang ada di depan mata. 
Share

TARAKAN – Beberapa waktu belakangan, praktik-praktik sweeping bendera One Piece gencar dilakukan oleh sejumlah aparat gabungan TNI-Polri. Hal ini menimbulkan pandangan bahwa aparat kita memiliki ketidakmampuan berarti soal melihat estetika simbol, membedakan mana sebuah ancaman yang nyata dan tidak, ketimbang melakukan penindakan aktivitas ilegal yang ada di depan mata. 

Anxiety-ketakutan berlebihan yang dialami aparat-aparat ini merujuk pada sebuah pengibaran bendera bergambar Mugiwara/Topi Jerami di sejumlah daerah. Salah satunya, tuduhan tak mendasar yang dilayangkan ke Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Cabang Tarakan. 

Oleh karena itu, pihak HMI dan Ketua RT setempat telah membantah adanya kegiatan pengibaran bendera One Piece yang dilakukan. Padahal, pimpinan tertinggi negara ini pun telah mengkonfirmasi, bahwa tidak ada masalah soal bendera One Piece yang berkibar. Lantas, apa yang ditakutkan para aparat-aparat ini?.

Ketua RT 4 Kelurahan Kampung 6, Tarobi, pun mengkonfirmasi soal dihubungi pihak Polsek dan Koramil bahwa di wilayahnya diduga terjadi pengibaran bendera One Piece. Ia bersama aparat kepolisian dan TNI langsung mengecek lokasi.

Dah Tahu Ini ?  Politik, Fiksi dan suspensi ketidakpercayaan

“Hasilnya, isu tersebut tidak akurat. Kami sudah sampai mengecek hingga malam dan memastikan tidak ada pengibaran bendera seperti yang diberitakan,” katanya, Kamis pagi (10/7/2025).

Tarobi mengatakan, aparat hanya sekali mendatangi wilayah RT 4 terkait dugaan ini, disusul kedatangan kembali pada Minggu pagi untuk klarifikasi. Ia juga telah berkoordinasi langsung dengan Mahasiswa HMI yang menegaskan tidak ada pemasangan bendera tersebut.

“Saya harap informasi seperti ini diklarifikasi dulu sebelum diviralkan. Apalagi semalam saya sedang menjaga orang sakit, jadi cukup terganggu,” tambahnya.

Sementara itu, Sugiarto, kader HMI Komisariat Hukum, membenarkan bahwa Sekretariatnya sempat didatangi aparat sekitar pukul 08.00 WITA, terdiri dari Babinkamtibmas, Babinsa, dan Lurah Kampung 6.

“Mereka hanya menanyakan apakah benar ada pemasangan bendera hitam atau bendera One Piece di sekretariat. Kami pastikan tidak ada,” katanya.

Sugiarto juga menyebut sebelum kedatangan aparat, Pak RT telah lebih dulu menginformasikan bahwa Sekretariat HMI sempat didatangi pada malam sebelumnya untuk mencari keberadaan bendera tersebut.

Menanggapi polemik nasional terkait bendera One Piece, Tarobi berpendapat pengibaran bendera tersebut sebaiknya dipahami sebagai ekspresi pemuda, bukan ancaman terhadap nasionalisme. Ia mendorong pemerintah memberikan sosialisasi yang jelas kepada masyarakat.

Dah Tahu Ini ?  Gempa di Tarakan Dan Hal-Hal yang Tak Kita Bicarakan

“Jangan sampai masyarakat ikut-ikutan mengibarkan atau melarang tanpa tahu aturan yang benar. Informasi ini harus cepat disampaikan,” tutupnya.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman berbunga melalui media sosial kian meluas di Kota Tarakan. Berdasarkan data terbaru dari tim penasihat hukum korban, total kerugian yang dialami masyarakat kini ditaksir mencapai lebih dari Rp1,2 miliar dengan puluhan korban yang terjebak dalam skema tersebut.
HukrimUmum

Kasus Investasi Bodong di Tarakan Menggurita: Korban Capai Puluhan Orang, Total Kerugian Terdeteksi Tembus Rp1,2 Miliar

TARAKAN — Pusaran kasus dugaan investasi bodong bermodus titip dana dan pinjaman...

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Tarakan menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk normalisasi keterlibatan institusi kepolisian dan aparat keamanan di dalam ruang akademik. Ruang kuliah dan mimbar akademik dinilai harus tetap steril dari intervensi kekuasaan demi menjaga perannya sebagai benteng terakhir kritik sosial dan demokrasi.
Umum

LMND Tarakan Tolak Normalisasi Kehadiran Polisi di Dalam Kampus

TARAKAN — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Tarakan menyatakan sikap...

Aparat gabungan Satuan Reserse Narkoba Polres Tarakan berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat neto mencapai 933,73 gram di Bandara Internasional Juwata, Tarakan. Modus operandi yang digunakan tergolong rapi, yakni menyembunyikan kristal haram tersebut di dalam kemasan makanan ringan dan kotak susu guna mengelabui mesin pemindai.
Hukrim

Sembunyikan Sabu Hampir 1 Kg di Kotak Susu, Kurir Narkoba Diamankan di Bandara Juwata

TARAKAN — Aparat gabungan Satuan Reserse Narkoba Polres Tarakan berhasil menggagalkan penyelundupan...